Wakil Menteri: Konversi BBM Membuat Nelayan Hemat 30%

- 07 September 2017 23:14 wib
Menteri ESDM Archandra Tahar. MI/Panca Syurkani.
Menteri ESDM Archandra Tahar. MI/Panca Syurkani.

Metrotvnews.com, Padang: Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengemukakan konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) nelayan ke bahan bakar gas elpiji mampu menghemat biaya produksi melaut hingga 30 persen.

"Ditinjau dari sisi keekonomian penggunaan bahan bakar elpiji bisa menghemat pengeluaran sampai 30 persen, jika nelayan melaut 10 jam maka sebulan bisa hemat sampai Rp600 ribu," kata dia dikutip dari Antara, Kamis 7 September 2017.

Ia menyampaikan hal itu saat melakukan pembagian konverter kit bahan bakar elpiji untuk mesin tempel nelayan di Pantai Ujuang Batu, Muara Penjalinan Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Padang.

Menurutnya, penggunaan bahan bakar gas juga merupakan program pemerintah mendorong hadirnya energi berkeadilan untuk masyarakat dan pengusaha.

"Ini juga merupakan bentuk tanggung jawab kita sebagai manusia kepada bumi karena gas lebih ramah lingkungan ketimbang BBM," ujar dia.

Arcandra, menyebutkan pada 2017 pihaknya menyiapkan sekitar 17.000 konverter kit atau mesin tempel menggunakan bahan bakar elpiji yang dibagikan kepada nelayan di Tanah Air.

"Untuk Sumbar tahun ini kebagian 1.500 unit dari 2.000 unit yang direncanakan," kata dia.

Ia menyebutkan satu konverter kit harganya mencapai Rp8 juta sampai Rp10 juta per unit dan bagi nelayan yang belum tersentuh program ini namun berkecukupan dipersilahkan mengonversi ke bahan bakar gas.

Sementara Wakil Ketua Komisi VII DPR Mulyadi mengatakan anggaran pemerintah masih terbatas untuk membagikan konverter kit di seluruh Indonesia.

"Kalau 17.000 dibagi 34 provinsi hanya dapat 500 satu provinsi," tambahnya.

Terkait dengan adanya kelangkaan tabung elpiji tiga kilogram Mulyadi menegaskan, salah satu solusi yang bisa diambil adalah memperbaiki sistem yang ada.

"Kami mengakui beberapa kali kunjungan memang terjadi kelangkaan elpiji tiga kilogram (kg) salah satunya akibat ulah para spekulan," ujar dia.

Ia mengusulkan, salah satu solusi adalah mengganti penutupnya dengan tabung lima kilogram sehingga lebih sulit dibuka.


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BBM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 14-12-2017