Pemda Sumut Harus Jamin Ketersediaan Energi Demi Peningkatan Perekonomian

Budi Warsito - 08 September 2017 19:46 wib
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Medan: Pemerintah Daerah (Pemda) Sumatera Utara (Sumut) diwajibkan untuk memberikan jaminan ketersediaan listrik dan gas bagi masyarakat dan dunia usaha di Sumut. Jika hal itu telah terjamin, maka masyarakat dan perekonomian di Sumut juga diyakini membaik.

Hal itu diutarakan oleh anggota DPR RI Effendi Muara Sakti Simbolon. Karena baginya, masyarakat berhak atas ketersediaan listrik dan gas, seperti tertuang dalam pasal 3 ayat (3) UUD 1945, bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Hal itu ia katakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, pertumbuhan ekonomi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2010 pada semester I-2017 dibanding semester I-2016 meningkat 4,8 persen.

"Jaminan yang dimaksud seperti tidak ada pemadaman lagi, baik untuk rumah tangga dan untuk industri. Pemerintah harus mencari solusi bagaimana agar investor tertarik ke Sumut untuk membangun berbagai jenis pembangkit listrik dengan penawaran harga terjangkau. Lalu harga gas yang terjangkau untuk industri," kata mantan pimpinan Komisi VII bidang energi dan sumber daya mineral DPR RI ini, Jumat 8 September 2017.

Menurut politikus PDIP di Komisi I DPR RI ini,  dengan jaminan itu, pemerintah sudah memberikan kepastian bagi calon investor, baik untuk penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri agar berinvestasi ke Sumut.

"Selama ini, keluhan yang sering terjadi bagi calon investor adalah tidak adanya jaminan energi listrik dan gas. Sehingga, calon investor dengan terpaksa harus wait and see," ujarnya.

Padahal, menurutnya, Provinsi Sumut mampu untuk melakukan itu. Seperti yang diketahui pada program Lides, PLN merealisasikan 5.914 desa sudah dialiri listrik pada 2017. Jumlah itu mencapai 96,84 persen dari jumlah desa 6.107 di Sumut.

Selain itu, Sumut juga memiliki beberapa pembangkit listrik yang beroperasi antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) di daerah Belawan GT 11 kapasitas 130 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin 1 (60 MW), PLTG Belawan Lot 3 (85 MW) dan PLTG Paya Pasir 7 (34 MW).

Untuk pasokan gas, ia menjelaskan, untuk Medan dan sekitarnya berasal dari pasokan gas konvensional di lapangan Pangkalan Susu dan pasokan dari jalur Arun-Belawan. Pada 2015, pasokan gas ke Sumut berasal dari Arun-Belawan berupa LNG (Liquefied Natural Gas) atau Gas Alam Cair.

Mata rantai gas untuk Sumut berasal dari gas konvensional Pangkalan Susu oleh Pertamina EP dan LNG dari Arun-Belawan. Kemudian gas yang seharusnya untuk Pertamina dialokasikan kepada Pertagas Niaga, yang merupakan anak perusahaan Pertamina yang tidak memiliki fasilitas.

Kemudian, per 1 Februari 2017, pemerintah juga telah menurunkan harga gas industri menjadi USD9,95 per MMBTU dari sebelumnya USD12,22 per MMBTU.

"Pemerintah daerah harus menjamin ketersediaan energi. Apalagi untuk dunia usaha dan masyarakat yang notabene mendapatkan energi seperti listrik dan gas adalah haknya mereka," tandas Effendi.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KETAHANAN ENERGI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 14-12-2017