USD Terus Melemah di Tengah Data Ekonomi

Angga Bratadharma - 15 Februari 2018 07:31 wib
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

New York: Gerak dolar Amerika Serikat (USD) melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi karena investor mencerna laporan ekonomi negara yang baru dirilis. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,65 persen pada 89.124 pada akhir perdagangan.

Mengutip Xinhua, Kamis, 15 Februari 2018, pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1.2444 dari USD1.2363 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3995 dari USD1,3886 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7918 dari USD0,7859.

Sementara itu, USD membeli 107,04 yen Jepang, lebih rendah dari 107,68 yen pada sesi sebelumnya. Sedangkan USD merosot ke 0,9303 franc Swiss dari 0,9342 franc Swiss, dan turun ke 1,2517 dolar Kanada dari 1,2594 dolar Kanada.

Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 0,5 persen pada Januari pada basis penyesuaian musiman, mengalahkan konsensus pasar 0,3 persen, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Rabu. Selama 12 bulan terakhir, indeks barang semua naik 2,1 persen.

Tidak termasuk komponen makanan dan energi yang mudah menguap, harga konsumen inti naik 0,3 persen pada Januari, di atas ekspektasi pasar 0,2 persen. Dalam 12 bulan sampai Januari, CPI inti meningkat 1,8 persen.

Sementara itu, perkiraan sebelumnya penjualan ritel dan layanan makanan AS untuk Januari 2018 mencapai USD492,0 miliar, turun 0,3 persen dari bulan sebelumnya, kehilangan perkiraan pasar dengan kenaikan 0,3 persen, Departemen Perdagangan melaporkan pada Rabu.

"Ini adalah laporan yang benar-benar mengerikan, dengan penjualan turun hampir satu persen dari perkiraan antara koreksi Januari dan revisi Desember," kata Kepala Ekonom FTN Financial Chris Low, dalam sebuah catatan.


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG DOLAR AS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA GLOBALS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 20-02-2018