Perusahaan India Membayar USD600 Juta Konsesi Minyak di Abu Dhabi

Angga Bratadharma - 12 Februari 2018 14:06 wib
Ilustrasi (AFP PHOTO/AMER HILABI)
Ilustrasi (AFP PHOTO/AMER HILABI)

Abu Dhabi: Perusahaan India setuju untuk membayar USD600 juta untuk saham di salah satu konsesi minyak lepas pantai terbesar di Abu Dhabi. Kondisi itu bisa dikatakan mengamankan bagian dalam produksi minyak mentah Emirate untuk pertama kalinya.

Mengutip Bloomberg, Senin, 12 Februari 2018, Oil and Natural Gas Corp, milik negara dan dua perusahaan India lainnya akan mengambil 10 persen pangsa konsesi untuk memompa minyak mentah dari lapangan Lower Zakum, dengan kontrak 40 tahun dalam kemitraan dengan Abu Dhabi National Oil Co, menurut sebuah pernyataan Adnoc.

Adnoc menandatangani kesepakatan tersebut dalam sebuah kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Ibu Kota Uni Emirat Arab. Abu Dhabi, yang memegang sebagian besar cadangan minyak UAE, sedang mencari mitra baru di ladang lepas pantai di Teluk Persia.

Langkah itu diambil karena konsesi produksi saat ini untuk beberapa deposito akan berakhir pada bulan depan. Mitra di lapangan Abu Dhabi umumnya menerima sejumlah minyak mentah sepadan dengan taruhan mereka sebagai imbalan atas pembayaran pajak dan royalti dan investasi untuk meningkatkan output.

Perusahaan India akan membayar 2,2 miliar dirham (USD600 juta) ke Abu Dhabi untuk saham mereka di lapangan, menurut pernyataan tersebut. Itu menempatkan keseluruhan nilai konsesi sebesar USD6 miliar. Adnoc, yang mempertahankan kepemilikan 60 persen di bidangnya, bertujuan untuk memberi hak penghargaan atas tambahan 30 persen Lower Zakum.

Konsorsium India terdiri dari anak perusahaan ONGC yang sepenuhnya dimiliki ONGC Videsh, Indian Oil Corp, dan Bharat PetroResources, yang merupakan anak perusahaan 100 persen Bharat Petroleum Corp, menurut pernyataan Adnoc. Adnoc Offshore, anak perusahaan Adnoc, akan mengoperasikan konsesi atas nama semua mitra.

Produksi yang diperluas dari waduk lepas pantai merupakan bagian dari rencana Adnoc untuk meningkatkan kapasitas produksi lepas pantai dan lepas pantai menjadi 3,5 juta barel per hari pada akhir 2018, menurut pernyataan tersebut. Lapangan lepas pantai Adnoc saat ini menghasilkan sekitar 1,4 juta barel per hari.


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG INDIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA GLOBALS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 24-05-2018