DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 13.813.894.338 (20 AGUSTUS 2018)

Penaikan Suku Bunga AS Diyakini 4 Kali di 2018

Angga Bratadharma - 16 Mei 2018 11:03 wib
Gedung The Fed (Karen Bleier/AFP)
Gedung The Fed (Karen Bleier/AFP)

New York: Pasar keuangan sekarang ini menjadi lebih yakin bahwa Federal Reserve akan lebih agresif mengubah tingkat suku bunga acuan. Probabilitas bank sentral menaikkan suku bunga acuan untuk keempat kalinya tahun ini naik di atas 50 persen untuk pertama kalinya, menurut alat pelacakan FedWatch CME pada pasar berjangka.

Mengutip CNBC, Rabu, 16 Mei 2018, kontrak berjangka saat ini menyiratkan tingkat suku bunga di 2,21 persen dari kisaran saat ini 1,5 persen hingga 1,75 persen. Menurut CME, terdapat peluang 51 persen kenaikan suku bunga acuan di Desember yang akan menjadi kenaikan keempat di 2018 ini.

The Fed sudah menyetujui kenaikan seperempat poin pada Maret lalu. Perdagangan berjangka menunjukkan 95 persen peluang peningkatan suku bunga acuan di Juni -kemungkinan telah 100 persen baru-baru ini- dan kemungkinan 81,4 persen dari pergerakan lainnya pada September.



Pejabat the Fed saat ini menunjukkan secara total adanya tiga kenaikan suku bunga acuan di tahun ini. Namun, Komite Pasar Terbuka Federal bertemu pada Juni, di mana para anggota akan mendapatkan kesempatan untuk memperbarui perkiraan mereka.

Ekspektasi hawkish meningkat meskipun tekanan inflasi telah ditahan di teluk. Indeks pengeluaran konsumsi pribadi, tidak termasuk makanan dan energi, mencapai sebesar 1,9 persen, dan indeks inflasi Fed Dallas adalah 1,8 persen, keduanya sedikit di bawah target inflasi dua persen the Fed.

Selain itu, tekanan upah rendah dengan pendapatan tahunan rata-rata meningkat 2,6 persen atau kurang dari perkiraan tahunan untuk April. Namun, pejabat the Fed, yang dipimpin oleh Jerome Powell, telah menyatakan keprihatinan tentang dampak yang dapat ditimbulkan oleh kebijakan moneter longgar terhadap valuasi aset.

Tingkat pengangguran turun menjadi 3,9 persen dan membebani pejabat the Fed yang mengikuti Kurva Phillips, sebuah model ekonomi yang menunjukkan tekanan upah akan naik karena tingkat pengangguran jatuh. Stimulus fiskal yang baru-baru ini diberlakukan seperti pajak yang lebih rendah dan tingkat pengeluaran yang lebih tinggi juga dapat membuktikan inflasi.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG EKONOMI AMERIKA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA GLOBALS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 21-08-2018