DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Kekhawatiran Kenaikan Produksi AS Tekan Harga Minyak Dunia

- 13 Maret 2018 08:04 wib
Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

New York: Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena para investor bergulat dengan kekhawatiran mengenai meningkatnya produksi AS dan pasokan OPEC yang ketat. Sementara itu, data minggu lalu menunjukkan bahwa para spekulan mengurangi taruhan tentang minyak, menyatakan penjualan lebih banyak dapat dilihat.

Mengutip Antara, Selasa, 13 Maret 2018, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei, turun 54 sen atau 0,8 persen, menjadi menetap di USD64,95 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara itu, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, turun 68 sen atau 1,1 persen, menjadi berakhir pada USD61,36 per barel di New York Mercantile Exchange.

Para hedge fund dan manajer uang mengupas taruhan bullish mereka terhadap minyak mentah AS, karena long positions jatuh pada minggu lalu untuk pertama kalinya dalam tiga minggu. Short positions bruto di New York Mercantile Exchange naik ke level tertinggi mereka dalam hampir sebulan.



Itu telah melemahkan beberapa antusiasme untuk minyak, karena para investor mempertimbangkan peningkatan pasokan AS melawan kemungkinan bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen non-OPEC akan mempertahankan pemangkasan pasokan yang telah berlaku selama lebih dari satu tahun.

"Pasar terus bergulir bolak-balik pada gagasan bahwa meningkatnya permintaan global dan penurunan produksi akan mendukung harga namun produksi AS, dan tingkat produksi Amerika Utara pada umumnya, akan meniadakan banyak dampak dari itu," kata Gene McGillian, direktur riset pasar di Tradition Energy.

Perusahaan jasa energi Baker Hughes mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan energi minggu lalu mengurangi rig minyak mereka untuk pertama kalinya dalam hampir dua bulan. Namun, Amerika Serikat sekarang adalah negara produsen minyak mentah nomor dua dunia, di depan eksportir utama Arab Saudi.

Pada Minggu 11 Maret, Menteri Minyak Iran Bijan Zanganeh mengatakan OPEC dapat menyetujui pada Juni untuk mulai mengurangi hambatan-hambatan produksi saat ini pada 2019, Wall Street Journal melaporkan. Juga pejabat Saudi mengatakan mereka akan menunda penawaran umum perdana Saudi Aramco sampai 2019.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MINYAK MENTAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA GLOBALS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 26-09-2018