Goldman Sachs Perkirakan Suku Bunga AS Bisa Naik Signifikan

Angga Bratadharma - 15 Mei 2018 11:05 wib
Ilustrasi (AFP/Chris Hondros)
Ilustrasi (AFP/Chris Hondros)

New York: Defisit anggaran dan tingkat pengangguran Amerika Serikat (AS) sedang menuju ke arah yang berlawanan. Kondisi itu sesuatu yang tidak pernah terjadi selama masa damai usai Perang Dunia II dan dapat menyebabkan lonjakan suku bunga acuan secara signifikan.

Mengutip CNBC, Selasa, 15 Mei 2018, Goldman Sachs, misalnya, memperkirakan imbal hasil treasury AS 10 tahun bisa mencapai 3,6 persen pada 2019. Tentu kenaikan imbal hasil ini bisa memberikan efek terhadap pergerakan ekonomi di AS termasuk keputusan the Fed untuk mengubah suku bunga acuan.

Kenaikan defisit juga akan datang karena rentetan stimulus fiskal baru-baru ini yang datang dari Kongres, termasuk pemotongan pajak USD1,5 triliun yang disetujui pada Desember 2017 dan RUU pengeluaran USD1,3 triliun yang bertujuan untuk menjaga pemerintah beroperasi sampai akhir tahun fiskal.

Biasanya pergerakan seperti itu akan datang pada tahap awal pemulihan ekonomi. Meski demikian, ekonomi AS berada di tahun kedelapan dari ekspansi keuangannya usai krisis dan ekspansi tersebut lumayan besar seperti sebelumnya.



Tingkat pengangguran sekarang di posisi 3,9 persen dan terus jatuh, sementara defisit anggaran berada di USD668 miliar pada 2017. Kantor Kongres Anggaran memperkirakan defisit tersebut bisa mencapai USD1 triliun pada 2020. Ekonom Goldman Sachs menilai kondisi tersebut merupakan fenomena ganda yang sangat tidak biasa di AS.

Untuk memenuhi kemampuan membayar peningkatan beban utang, AS harus menerbitkan lebih banyak obligasi pada saat Federal Reserve tidak lagi menjadi pemain di pasar. Semakin banyak pasokan dan semakin sedikit pembeli berarti pemerintah harus membayar lebih banyak ke investor untuk membeli utang AS dan itu akan berarti suku bunga yang lebih tinggi.

Goldman Sachs secara khusus memproyeksikan imbal hasil treasury AS mencapai 3,6 persen pada akhir 2019, naik dari level tiga persen pada perdagangan sekarang ini dan pada titik di mana imbal hasil surat utang AS tersebut bisa mulai menerapkan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Dorongan permintaan yang cukup besar oleh pemotongan pajak dan peningkatan pengeluaran pada saat ekonomi sudah agak di luar pekerjaan penuh adalah keberangkatan yang mencolok dari norma-norma historis yang kemungkinan akan berkontribusi memanaskan ekonomi di tahun ini dan berikutnya," tegas Ekonom Goldman Daan Struyven dan David Mericle.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG EKONOMI AMERIKA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA GLOBALS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 26-05-2018