DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Wall Street Ditutup Menguat

Angga Bratadharma - 15 Februari 2018 07:01 wib
Ilustrasi (AFP PHOTO/Bryan R. Smith)
Ilustrasi (AFP PHOTO/Bryan R. Smith)

New York: Bursa saham Wall Street berakhir lebih tinggi pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), mencatat kenaikan empat hari beruntun. Sementara itu, ekuitas Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada Rabu menyusul rilis laporan inflasi yang lebih kuat dari perkiraan.

Mengutip Xinhua, Kamis, 15 Februari 2018, indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 253,04 poin atau 1,03 persen menjadi 24.893,49. Sedangkan S&P 500 meningkat 35,69 poin atau 1,34 persen menjadi 2.698,63. Indeks Nasdaq Composite naik 130,10 poin atau 1,86 persen menjadi 7.143,62.

Untuk perusahaan Tiongkok yang terdaftar di Amerika Serikat, saham raksasa e-commerce Tiongkok Alibaba melonjak 4,19 persen menjadi menetap di USD186,76. Sementara saham perusahaan teknologi Tiongkok lainnya Baidu melonjak 4,56 persen menjadi ditutup pada USD235,89.



Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 0,5 persen pada Januari di basis yang disesuaikan secara musiman, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Rabu. Selama 12 bulan terakhir, indeks barang semua naik 2,1 persen. Harga konsumen inti naik 0,3 persen pada Januari. Dalam 12 bulan sampai Januari, CPI inti naik 1,8 persen.

Analis mengatakan serangkaian data mengalahkan ekspektasi pasar dan dengan demikian menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi yang melonjak, yang telah membantu pengiriman ekuitas AS terjun ke posisi terendah dua tahun pekan lalu.

Investor khawatir kenaikan inflasi yang kuat membuat Federal Reserve menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali lipat pada akhir tahun ini. Ekspektasi pasar untuk langkah kenaikan suku bunga pada Desember sekarang mendekati hampir 62 persen, naik dari 50 persen sehari sebelumnya, menurut alat FedWatch CME.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG WALL STREET
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA GLOBALS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 21-10-2018