DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 13.813.894.338 (20 AGUSTUS 2018)

The Fed Dukung Peninjauan Kembali Target Inflasi 2%

- 19 Januari 2018 09:31 wib
Gedung The Fed (AFP PHOTO/KAREN BLEIER)
Gedung The Fed (AFP PHOTO/KAREN BLEIER)

Washington: Pejabat senior Federal Reserve AS menyatakan bank sentral harus meninjau target inflasinya sebesar 2,0 persen sebagai bagian dari penilaian alat-alatnya untuk melawan resesi berikutnya. The Fed juga harus mendukung sejumlah langkah yang dilakukan oleh pemerintah dari sisi kebijakan moneter.

"Meskipun tidak ada ancaman resesi ekonomi yang akan segera terjadi, ini akan menjadi perumusan kebijakan moneter yang berhati-hati untuk menerapkan metode pengelolaan ekonomi bank sentral pada agenda tahun ini," kata Presiden Federal Reserve Bank of New York  Bill Dudley, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 19 Januari 2018.

Dudley, yang akan pensiun musim panas ini, mendukung untuk meninjau alat-alat melawan resesi Fed termasuk target inflasi 2,0 persen yang ditetapkan pada 2012. Banyak ekonom khawatir target tersebut mungkin akan meninggalkan ruang kecil bagi bank sentral memangkas suku bunga jika terjadi resesi lagi, jatuh kembali ke apa yang disebut batas terbawah nol.

Dudley menyatakan Fed dapat mempertimbangkan untuk bergerak ke kisaran sasaran inflasi 1,5 sampai 2,5 persen, atau beralih ke target tingkat harga. Namun dia menentang pencabutan target inflasi menjadi 4,0 persen dari 2,0 persen, karena target yang tinggi dapat melanggar persyaratan Kongres bahwa Fed mengejar stabilitas harga.

Ia mengatakan stimulus tambahan dari USD1,5 triliun pemotongan pajak, yang disetujui oleh Kongres bulan lalu, menimbulkan risiko bahwa ekonomi AS bisa terlalu panas pada 2019 atau 2020 karena kenaikan inflasi gagal berhenti pada 2,0 persen.

"Itu akan memaksa Fed untuk secara tajam memperketat kebijakan moneternya, namun bank sentral memiliki catatan buruk untuk rekayasa soft landing ketika tingkat pengangguran telah berjalan terlalu rendah," katanya.

Tingkat pengangguran AS bertahan di 4,1 persen pada Desember, tingkat terendah dalam hampir 17 tahun, menunjukkan bahwa ekonomi mendekati lapangan kerja penuh, menurut Departemen Tenaga Kerja.


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG EKONOMI AMERIKA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA GLOBALS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 21-08-2018