DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.121.521.604 (20 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Mengambil Untung dari Perang Dagang

Eko Nordiansyah - 12 Juli 2018 19:33 wib
Head Group Research Indonesia DBS Maynard Arif (kiri). (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Head Group Research Indonesia DBS Maynard Arif (kiri). (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Singapura: Indonesia dinilai bisa mengambil keuntungan dari kebijakan perang dagang yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat (AS). Meskipun berdampak negatif karena Indonesia terancam juga terkena perang dagang AS, namun nyatanya ada sisi positif yang bisa diambil dari kebijakan Donald Trump.

Head Group Research Indonesia DBS Maynard Arif mengatakan AS tengah mengevaluasi produk-produk yang menerima Generalized System of Preferences (GSP). Di antara negara-negara yang produknya ditinjau ulang adalah Indonesia, India, dan Kazakhstan.

"Ini tentunya akan berdampak negatif tentunya karena akan mempengaruhi tarif ekspor kita ke AS. Kuncinya bagaimana pemerintah mendorong ekspor ke nagara lain," kata Maynard di DBS Marina Bay Financial Centre, Singapura, Kamis, 12 Juli 2018.

Sementara itu, Regional Equity Strategist DBS Group Joanne Goh menambahkan, Indonesia bisa menjadi tempat lain bagi industri AS yang tidak bisa masuk ke Tiongkok. Namun banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah, salah satunya adalah mendorong infrastruktur.

"Pertama adalah infrastruktur ini mengapa pemerintah banyak melakukan pembangunan infrastruktur. Terutama infrastruktur untuk energi, lalu ada pembangunan untuk zona industri. Juga infrastruktur untuk logistik, agar lebih industri kondusif," jelas dia.

Selain itu, Indonesia juga harus membenahi upah buruh dalam negeri agar bisa bersaing dengan negara lain. Apalagi upah buruh di Filipina dan Vietnam lebih rendah, sehingga bisa menjadi daya tarik bagi investor asal AS yang terdampak kebijakan perang dagang.

Meski begitu, nilai tambah yang dimiliki oleh Indonesia adalah melimpahnya sumber daya dalam negeri. Hal ini yang tidak banyak dimiliki negara berkembang lainnya sehingga perang dagang bisa menjadi 'lapangan baru' untuk menarik investasi asing langsung.

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERANG DAGANG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA GLOBALS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 22-11-2018