Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.676.534.291 (20 JULI 2018)

Indeks FTSE-100 Inggris Ditutup Berkurang 0,91%

- 17 April 2018 09:47 wib
Ilustrasi (AFP PHOTO/BEN STANSALL)
Ilustrasi (AFP PHOTO/BEN STANSALL)

London: Saham-saham Inggris ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB) dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London berkurang 66,36 poin atau 0,91 persen, menjadi 7.198,20 poin.

Mengutip Antara, Selasa, 17 April 2018, Whitbread, hotel multinasional, kedai kopi dan perusahaan restoran, melambung 7,19 persen, menjadi oeraih keuntungan teratas dari saham-saham unggulan. Disusul oleh saham Smurfit Kappa Group dan Marks & Spencer Group, yang masing-masing naik 3,02 persen dan 1,69 persen.

Di sisi lain, Evraz, grup penambangan internasional, mengalami kerugian paling besar di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya anjlok 6,98 persen. Diikuti oleh saham WPP, perusahaan iklan dan humas multinasional Inggris, yang jatuh 6,48 persen, serta Micro Focus International, perusahaan perangkat lunak dan teknologi informasi Inggris, turun 3,62 persen.

Sementara itu, pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,2377 dari USD1,2334 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,4328 dari USD1,4243 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7778 dari USD0,7761.

Sedangkan USD dibeli 107,09 yen Jepang, lebih rendah dari 107,46 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD turun menjadi 0,9599 franc Swiss dari 0,9622 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2571 dolar Kanada dari 1,2614 dolar Kanada.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,40 persen menjadi 89,439 pada akhir perdagangan. Amerika Serikat, bersama dengan sekutunya Inggris dan Prancis, meluncurkan serangan rudal terhadap posisi militer Suriah pada Sabtu pagi dan menyebabkan kebingungan reaksi beragam di Timur Tengah.

Para analis mengatakan kekhawatiran meningkatnya konflik di Suriah berkurang setidaknya untuk saat ini, yang merupakan alasan mengapa para investor mengurangi kepemilikan safe haven dari greenback dan membeli aset-aset berisiko seperti saham.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BURSA EFEK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA GLOBALS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-07-2018