DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 47.877.961.729 (23 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

OPEC: Persediaan Minyak di Negara Maju Turun

- 15 Mei 2018 12:03 wib
Logo OPEC (FOTO: AFP)
Logo OPEC (FOTO: AFP)

Wina: Laporan baru Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) mengungkapkan persediaan minyak di negara-negara maju utama turun hampir mencapai tingkat rata-rata lima tahun terakhir dan menunjukkan kemungkinan titik kritis dari kelebihan pasokan.

Mengutip Antara, Selasa, 15 Mei 2018, data dari OPEC menunjukkan persediaan minyak komersial OECD pada Maret turun 12,7 juta barel dari bulan sebelumnya, menjadi hampir 2,83 miliar barel. Angka tersebut juga 204 juta barel lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu, dan hanya 9 juta barel di atas rata-rata lima tahun terakhir.

OPEC yang merupakan kelompok produsen minyak beranggotakan 14 negara menaikkan perkiraan untuk permintaan minyak global pada 2018, memperkirakan dunia mengonsumsi 98,85 juta barel per hari atau 1,65 juta barel per hari lebih tinggi dari tahun lalu.

Laporan kartel minyak menunjukkan tanda-tanda positif dari pasar minyak dan pemotongan produksi minyak bersama, namun persaingan jadi lebih kuat dari minyak serpih AS karena diperkirakan akan naik di bawah harga yang relatif lebih tinggi.



Persediaan minyak adalah fakta kunci dari keseimbangan pasar minyak dan penurunan stok minyak adalah tanda dari penyeimbangan pasar. Laporan itu adalah yang terakhir sebelum pertemuan para menteri minyak di Wina untuk membahas pagu produksi minyak dua minggu kemudian.

Pada 2016, negara-negara OPEC mencapai kesepakatan di Wina untuk mengurangi produksi minyak harian guna meningkatkan harga minyak global untuk menghilangkan kelebihan pasokan dan perjanjian tersebut juga didukung oleh 11 negara non-OPEC.

OPEC dan sekutu-sekutunya secara ketat mematuhi pagu pasokan minyak dengan konformitas yang sangat tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Langkah itu dengan harapan bisa mengangkat kembali harga minyak di level yang tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MINYAK MENTAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA GLOBALS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-10-2018