Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.676.534.291 (20 JULI 2018)

Minyak Dunia Tertekan Usai Serangan Udara ke Suriah

- 17 April 2018 08:01 wib
Ilustrasi (Foto: Medcom/Mohammad Rizal)
Ilustrasi (Foto: Medcom/Mohammad Rizal)

New York: Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Hal itu terjadi karena kekhawatiran investor tentang meningkatnya ketegangan di Timur Tengah berkurang setelah serangan udara di Suriah selama akhir pekan lalu.

Mengutip Antara, Selasa, 17 April 2018, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, turun USD1,17 menjadi menetap di USD66,22 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni berkurang USD1,16 menjadi ditutup pada USD71,42 per barel di London ICE Futures Exchange.

Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris meluncurkan 105 rudal pada Sabtu dini hari, menargetkan apa yang mereka katakan adalah tiga fasilitas senjata kimia di Suriah sebagai pembalasan atas dugaan serangan gas beracun pada 7 April.

Harga minyak telah meningkat hampir 10 persen menjelang serangan, karena para investor mengumpulkan banyak aset-aset seperti emas atau surat utang pemerintah AS, yang dapat berlindung dari risiko-risiko geopolitik.



"Penurunan kekhawatiran atas Suriah adalah berita utama yang menurunkannya," kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures Phil Streible, di Chicago. Karena serangan itu lebih bersifat operasi daripada yang diantisipasi dalam skenario yang lebih ekstrim, pasar telah mengabaikan faktor-faktor bullish.

"Minyak memiliki segalanya yang mungkin meningkatkan dolar yang lemah, Suriah, potensi sanksi, ketidakpastian Gedung Putih, dan perdagangan Tiongkok," tambahnya.

"Sejauh menyangkut perkembangan di Suriah, pasar telah memiliki rasa lega dalam arti bahwa tidak ada eskalasi, baik secara diplomatis, atau di lapangan, menyusul intervensi oleh AS, Prancis dan Inggris," kata Kepala Strategi Pasar Komoditas Global BNP Paribas Harry Tchilinguirian.

Sebagai aset-alokator makro, jika Anda ingin melakukan lindung nilai portofolio Anda terhadap risiko-risiko geopolitik, kandidat utama Anda adalah minyak, terutama jika risiko itu di Timur Tengah.

Meskipun Suriah sendiri bukan produsen minyak yang signifikan, Timur Tengah yang lebih luas adalah eksportir minyak mentah dunia yang paling penting, dan ketegangan di kawasan ini cenderung menempatkan pasar minyak dalam kecemasan.

"Investor terus khawatir tentang dampak dari konflik yang lebih luas di Timur Tengah," kata bank ANZ.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MINYAK MENTAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA GLOBALS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-07-2018