Startup Malaysia Siap Ekspansi ke Indonesia

Arif Wicaksono - 30 Agustus 2016 21:03 wib
Illustrasi. AFP PHOTO /ERIC PIERMONT.
Illustrasi. AFP PHOTO /ERIC PIERMONT.

Metrotvnews.com, Jakarta: Startup, atau perusahaan rintisan, asal negara tetangga saling bersaing dalam era Masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Kondisi ini membuat masing-masing negara di ASEAN tak hanya berfikir bagaimana menjadi nomor satu dalam menguasai pasar domestik, sekaligus juga berusaha untuk berkolaborasi dengan negara tetangga untuk saling memberikan nilai tambah yang memperkuat lini bisnis. 

Startup-startup ini muncul dengan inovasi serta keberanian untuk berkompetisi. Seperti yang dilakukan oleh startup Malaysia dalam wadah Malaysian Global Innovation & Creativity Centre (MaGIC). 

Wadah Ini diciptakan pemerintah Malaysia untuk menggalakkan berbagai upaya proaktif untuk membangun infrastruktur yang kuat untuk mendorong pertumbuhan wirausaha (entrepreneur) di negaranya.  

Memiliki misi menjadi  wadah ekosistem kewirausahaan di Malaysia, MaGIC memiliki peran penting dalam menyatukan sumber daya yang melimpah untuk dioptimalkan oleh komunitas kreatif dan startup sehingga dapat memberikan nilai kebermanfaatan yang tinggi baik di skala regional maupun global.

CEO Yacademy Arne Van Looveren mengatakan MaGIC berkolaborasi dengan Yacademy, perusahaan pembelajaran digital startup dan investor lokal Kejora, untuk meluncurkan pilot project perdana di Indonesia yaitu Startup Exhange Program Show yang menghadirkan dua perusahaan start up asal Malaysia yaitu Bloom This dan Blue Bear. 

“Bloom This menawarkan layanan online dalam penyediaan dan pengirman kebutuhan bunga-bunga segar secara berlangganan. Sedangkan Blue Bear memproduksi dan menjual pembalut wanita ramah lingkungan,” kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (30/8/2016). 

Selama dua pekan, terhitung sejak 29 Agustus hingga 9 September 2016, dua startup yang memang berencana ekspansi bisnis ke Indonesia ini melakukan studi banding  untuk mempelajari karakteristik pasar di Indonesia sekaligus memguatkan hubungan bilateral dengan industri terkait.

Mereka mengunjungi sejumlah startup lokal untuk berbagi pengalaman, berjumpa dengan investor, Kadin,  lembaga pendidikan, dan menghadiri forum-forum kewirausahaan yang fokus pada pengembangan bisnis secara digital. 

“Selain Indonesia, MaGIC juga akan mengadakan program serupa ke Thailand. Melalui program ini diharapkan startup Malaysia bisa lebih matang dalam berstrategi dan memnguatkan hubungan diplomasi bisnis untuk memenangkan pasar internasional,” pungkasnya. 

Hal ini patut menjadi perhatian pemerintah. Meskipun pemerintah sudah berusaha mendukung perkembangan perusahaan start up. Pemerintah pernah mengatakan akan memberikan insentif berupa keringanan pajak pada perusahaan start up.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo pernah mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan untuk memberikan insentif pajak dalam bentuk tax allowance. Saat ini, rencana tersebut masih dalam kajian Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.

"BKF sedang mengkaji, nanti kita lihat apakah bisa berupa PPh final, penurunan tarif. Kan banyak instrumen tax insentif," kata Mardiasmo beberapa waktu lalu. 

Mardiasmo menjelaskan industri start up di Indonesia pun harus diperlakukan sama yakni dengan memberikan insentif pajak. Hal ini mencontoh negara luar yang pemerintahnya memberikan apresiasi pada orang-orang yang meluncurkan usaha baru. 

"Kalau di luar negeri jelas tarifnya dikurangi. Mereka (start up) diberikan tarif yang relatif kecil dibanding tarif normal. Apakah nantinya seperti itu, bisa juga pakai tarif yang relatif berjenjang," jelas dia.



(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG STARTUP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA GLOBALS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 29-06-2017