The Fed Masih Mempertimbangkan Kenaikan Suku Bunga

Angga Bratadharma - 04 Januari 2018 09:31 wib
Gedung The Fed (FOTO: AFP)
Gedung The Fed (FOTO: AFP)

Washington: Pejabat Federal Reserve Amerika Serikat (AS) terbagi atas laju kenaikan suku bunga pada 2018 atau dengan kata lain masih melakukan pertimbangan, menurut risalah rapat kebijakan moneter terbaru the Fed. Adapun keputusan tersebut nantinya memberi efek terhadap bagaimana investor mencerna situasi dan kondisi ekonomi AS di masa mendatang.

"Sebagian besar peserta menegaskan kembali dukungan mereka untuk melanjutkan pendekatan bertahap guna meningkatkan target, dengan mencatat bahwa pendekatan ini membantu menyeimbangkan risiko terhadap prospek aktivitas ekonomi dan inflasi," kata risalah pertemuan Fed pada 12-13 Desember, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis, 4 Januari 2018.

Pada pertemuan tersebut, the Fed menaikkan target untuk suku bunga dana federal menjadi 1,25-1,5 persen, kenaikan tingkat ketiga pada 2017. Perkiraan medium pejabat the Fed untuk suku bunga acuan juga memberi sinyal bahwa ada tiga kenaikan suku bunga di 2018.

Namun, risalah tersebut menunjukkan bahwa dua kelompok pejabat the Fed tidak nyaman dengan perkiraan ini. Satu kelompok percaya bahwa tiga kenaikan tingkat tahun ini mungkin terlalu agresif dan dapat mencegah pengembalian inflasi yang berkelanjutan ke target dua persen Fed. Kelompok yang lain berpikir bahwa perkiraan kenaikan tiga tingkat terlalu lambat.



"Mereka mencatat bahwa kondisi keuangan tidak diperkuat secara material sejak penghapusan akomodasi kebijakan moneter dimulai, yang berlanjut suku bunga rendah mempertaruhkan ketidakstabilan keuangan di masa depan, atau bahwa pasar tenaga kerja semakin ketat," kata notulen tersebut.

Risalah tersebut juga menunjukkan bahwa pejabat the Fed tidak yakin akan dampak ekonomi dari pemangkasan neraca keuangan dan keputusan pemotongan pajak yang disetujui Kongres bulan lalu.

"Banyak peserta menilai bahwa usulan perubahan pajak bisnis, jika diundangkan, kemungkinan akan memberikan dorongan yang sederhana untuk belanja modal, walaupun besarnya dampaknya tidak pasti," kata notulen tersebut.

The Fed akan mengadakan pertemuan kebijakan berikutnya pada 30-31 Januari. Sekitar 66 persen ekonom yang disurvei oleh Wall Street Journal bulan lalu memperkirakan bahwa bank sentral akan menunggu sampai Maret untuk menaikkan suku bunga.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG EKONOMI AMERIKA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA GLOBALS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 22-01-2018