Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.606.841.593 (13 JULI 2018)

Harga Minyak Menguat Didukung Laporan Proyeksi Energi EIA

- 11 Juli 2018 08:00 wib
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

New York: Harga minyak dunia menetap lebih tinggi pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena para pedagang mencerna laporan prospek energi jangka pendek dari Badan Informasi Energi (EIA) Amerika Serikat (AS).

Mengutip Antara, Rabu, 11 Juli 2018, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, naik sebanyak USD0,26 menjadi menetap di USD74,11 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman September, bertambah USD0,79 menjadi USD78,86 per barel di London ICE Futures Exchange.

EIA memperkirakan dalam sebuah laporan bahwa harga minyak mentah Brent akan mencapai rata-rata USD73 per barel pada paruh kedua di 2018 dan akan mencapai rata-rata USD69 per barel pada 2019.

Lembaga tersebut juga memproyeksikan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) akan mencapai rata-rata USD6 per barel lebih rendah dari harga Brent pada paruh kedua 2018 dan USD& per barel lebih rendah pada 2019.



Sementara itu, EIA memperkirakan produksi minyak mentah AS mencapai rata-rata 10,8 juta barel per hari pada 2018, naik dari 9,4 juta barel per hari pada 2017, dan menjadi rata-rata 11,8 juta barel per hari pada 2019.

Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa kenaikan harga minyak juga dipicu oleh penarikan stok minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan dan kekhawatiran pasokan di Norwegia dan Libya, meskipun kenaikan itu dihambat oleh indikasi bahwa Amerika Serikat akan mempertimbangkan permintaan keringanan dari sanksi minyak Iran.

Persediaan minyak mentah AS turun minggu lalu sebesar 6,8 juta barel, menurut data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API). Penurunan itu lebih besar dari yang diperkirakan, menyebabkan harga minyak mentah berjangka naik dalam perdagangan pasca-penyelesaian.

Para analis yang disurvei oleh Reuters meramalkan bahwa persediaan minyak mentah turun rata-rata 4,5 juta barel, di depan data pemerintah yang akan dirilis pada pada Rabu pukul 10.30 pagi waktu setempat (14.30 GMT).

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MINYAK MENTAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA GLOBALS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 16-07-2018