Iran Merasa tak Ada Saingan soal Minyak di OPEC

Sonya Michaella - 12 Januari 2018 13:41 wib
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: Sebagai negara yang memproduksi minyak, Iran termasuk salah satu anggota pertama Organisasi Negara Pengekspor Minyak atau OPEC. Di sini, Iran tidak menganggap negara lainnya sebagai saingan.

"Kami mengekspor minyak sesuai dengan kesepakatan yang dicapai di OPEC dan kami tidak merasa bersaing dengan negara mana pun," kata Duta Besar Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi dalam wawancara khusus dengan Medcom.id, Jumat, 12 Januari 2018.

Dubes Valiollah juga optimistis bahwa perekonomian negaranya akan semakin meningkat di 2018 ini, terlebih sejak Iran sudah lepas dari sanksi yang dijatuhkan.

"Apalagi setelah Iran mencapai kesepakatan nuklir dan dicabutnya sanksi-sanksi, arus perekonomian Iran tumbuh lebih cepat. Di 2018, saya prediksi, empat hingga enam persen angka perkembangan ekonomi Iran melaju," lanjut dia.

Iran adalah anggota pertama OPEC sejak organisasi ini berdiri pada 1960. Di dalam OPEC, sudah ditetapkan batas volume satu negara untuk mengekspor minyak ke negara lain.

"Semua negara anggota punya porsi masing-masing yang sudah ditetapkan dalam kebijakan OPEC. Porsi yang jelas untuk satu negara untuk produksi dan ekspor minyak sudah diatur," tutur Dubes Valiollah.

"Yang kami sedang usahakan sekarang adalah, kami berusaha untuk memenuhi volume yang sudah ditetapkan oleh OPEC tersebut, karena di tahun-tahun sebelumnya Iran sempat dibatasi produksinya karena sanksi," jelas dia.

Berbicara soal sanksi, pada dasarnya Iran percaya bahwa sanksi dan embargo adalah tindakan yang melawan Hak Asasi Manusia (HAM). Ia pun memberikan contoh bahwa dilarangnya impor obat-obatan jenis tertentu jelas memakan korban, yakni masyarakat.

"Jika dunia ini ingin adanya keadilan, seharusnya pihak-pihak yang menjatuhkan sanksi harus dihukum atas tindakan mereka melawan HAM," tukas dia.

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MINYAK MENTAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA GLOBALS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 22-04-2018