Minyak Mentah Brent Menuju USD70/Barel

- 13 Januari 2018 10:05 wib
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

New York: Harga minyak mentah dunia terpantau terus menguat dan mempertahankan kinerjanya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).

Mengutip Antara, Sabtu, 13 Januari 2018, harga patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari naik USD0,50 menjadi USD64,30 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, harga patokan global untuk minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, bertambah USD0,61 menjadi USD69,87 per barel di London ICE Futures Exchange.

Penguatan ini salah satunya didukung oleh menteri perminyakan Rusia yang mengatakan bahwa pasokan minyak mentah global belum seimbang.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan bahwa menteri-menteri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) terkemuka dan produsen non-OPEC akan membahas kemungkinan untuk keluar dari kesepakatan dalam sebuah pertemuan komite yang akan datang.

"Surplus pasar menurun, namun pasar belum benar-benar seimbang," tutur Alexander, mengutip wawancaranya dengan CNBC.

Para analis mengatakan pernyataannya meredakan kekhawatiran pasar tentang pengurangan secara bertahap kesepakatan yang pimpinan OPEC untuk mengurangi produksi.

Adapun di bidang data, jumlah rig yang beroperasi di ladang-ladang minyak AS meningkat sebesar 10 rig menjadi 752 rig minggu ini, kenaikan terbesar sejak Juni, kata agen layanan ladang minyak Baker Hughes dalam laporan mingguannya pada Jumat 12 Januari.

Sehari sebelumnya, harga minyak juga memperpanjang kenaikannya, karena para pedagang terus ditopang oleh penurunan mengejutkan dalam produksi AS dan penarikan yang lebih besar dari perkiraan di stok minyak mentah AS.

Produksi minyak AS turun secara tak terduga hampir 300 ribu barel per hari menjadi 9,49 juta barel per hari pekan lalu, menurut laporan Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu, 10 Januari 2018. Sedangkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 4,9 juta barel menjadi 419,5 juta barel pekan lalu, menyentuh level terendah sejak Agustus 2015, kata EIA.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MINYAK MENTAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA GLOBALS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-01-2018