Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.641.144.273 (17 JULI 2018)

Moody's Naikkan Peringkat Indonesia ke Baa2 dengan Outlook Stabil

Angga Bratadharma - 13 April 2018 08:57 wib
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Singapura: Moody's Investors Service (Moody's) memutuskan untuk meningkatkan peringkat utang dalam negeri Pemerintah Indonesia dan utang luar negeri ke Baa2 dari sebelumnya Baa3. Dengan kenaikan tersebut maka ada perubahan menjadi stabil dari positif.

Mengutip keterangan resmi Moody's, Jumat, 13 April 2018, peningkatan ke Baa2 didukung oleh kerangka kebijakan yang semakin kredibel, efektif, dan kondusif bagi stabilitas makroekonomi. Selain itu, peningkatan penyangga keuangan, kebijakan fiskal, dan moneter yang bijaksana memperkuat keyakinan Moody's.

Adapun keyakinan itu lantaran ketahanan dan kapasitas kedaulatan negara untuk merespons guncangan telah meningkat. Akibatnya, metrik kredit Indonesia lebih sebanding dengan negara lain di tingkat Baa2. Bersamaan dengan itu, Moody's telah meningkatkan peringkat MTN senior tanpa jaminan ke (P) Baa2 dari (P) Baa3.



Penekanan kebijakan yang efektif pada stabilitas makroekonomi meningkatkan ketahanan terhadap guncangan. Moody's mengharapkan fokus kebijakan fiskal dan moneter Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan membangun penyangga keuangan yang semakin jelas dalam beberapa tahun terakhir akan tetap ada.

"Kebijakan-kebijakan ini dan cadangan keuangan yang lebih besar memperkuat kapasitas Indonesia untuk menanggapi guncangan," ungkap Analyst Sovereign Risk Group of Moody's Investors Service Anushka Shah.

Di sisi fiskal, Pemerintah Indonesia telah mempertahankan kepatuhan ketat terhadap batas defisit anggaran tiga persen. Moody's mengharapkan fokus pada kehati-hatian fiskal untuk tetap di tempat dan berkontribusi terhadap stabilitas makroekonomi.



Defisit rendah yang berkelanjutan menjaga beban utang tetap rendah dan dikombinasikan dengan jangka waktu pendanaan yang panjang, mengurangi kebutuhan pembiayaan dan risiko. Meskipun pendapatan yang lemah tetap menjadi kendala kredit jangka panjang, termasuk dengan mengikis kemampuan utang.

Sedangkan Moody's memperkirakan utang Pemerintah Indonesia akan berkisar 30 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dalam beberapa tahun mendatang, di bawah rata-rata 39 persen dari PDB untuk semua penguasa kelas investasi dan 46,2 persen untuk median Baa-rated.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG UTANG LUAR NEGERI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 19-07-2018