Cara Menkeu Jaga Daya Beli Dorong Perekonomian di 2018

Suci Sedya Utami - 12 September 2017 09:10 wib
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: dokumentasi Setkab)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: dokumentasi Setkab)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tetap dengan pendiriannya memasang target pertumbuhan ekonomi yang diusulkan 5,4 persen di 2018. Untuk mencapai angka tersebut, salah satu faktor pendorongnya yakni konsumsi rumah tangga harus tumbuh di level minimal 5,2 persen.

Namun, saat ini saja konsumsi rumah tangga sedang melambat dan daya beli masyarakat menurun. Hal tersebut bisa dilihat dari bisnis di sektor riil yang merosot. Bahkan tak jarang toko-toko di pasar akhirnya tutup. Tentu menjadi pertanyaan mengapa pemerintah cukup yakin tingkat konsumsi bisa diperbaiki guna menopang perekonomian.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, daya beli atau konsumsi di level kelas menengah memang mengalami perlambatan. Meskipun tumbuh tapi lebih rendah dari tahun lalu. "Tahun lalu yang double digit 10 persen sekarang delapan persen," kata Ani, sapaan akrabnya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 11 September 2017.

Dia mengaku untuk memperbaiki daya beli di level masyarakat menengah maka dirinya sangat percaya jika dari sisi harga administer price tak berubah atau tak mengalami kenaikan maka daya beli akan kembali meningkat.

"Kalau harga administer price enggak akan berubah maka daya beli akan sembuh atau pulih kembali sesudah adanya kejutan pada kuartal pertama," ujar dia.

Apalagi dengan adanya bunga acuan yang menurun tentu akan memengaruhi tingkat suku bunga kredit. Jika bunga kredit turun maka akan menciptakan pertumbuhan kredit dan ciptakan daya beli. Karena dengan adanya kredit bakal memunculkan kesempatan kerja.

Sementara untuk menjaga daya beli pada kelompok kurang mampu, yang menurut Ani pertumbuhannya cukup sehat, pemerintah bakal memastikan pemberian bantuan sosial yang diberikan sebagai pendorong konsumsi akan dilakukan secara tepat.

"Kita akan jaga sosial belanjanya supaya tepat waktu dan tepat sasaran," tutup dia.


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG EKONOMI INDONESIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017