Sri Mulyani Ambil Hikmah dari Yunani yang Kolaps karena Royal pada Pensiunan

Suci Sedya Utami - 12 September 2017 15:27 wib
Menkeu Sri Mulyani. (FOTO: MTVN/Suci Sedya Utami)
Menkeu Sri Mulyani. (FOTO: MTVN/Suci Sedya Utami)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati tak ingin seperti Yunani yang terlalu dermawan pada para pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) namun tak dimbangi dengan penerimaan negara yang optimal.

Dalam seminar sistem jaminan sosial yang diselenggarakan oleh persatuan purna bhakti pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Ani mengatakan, Yunani membayarkan gaji dan pensiunan PNS menggunakan utang.

Di satu sisi saat utang tersebut jatuh tempo, Negeri Para Dewa itu tak bisa mengembalikannya lantaran tak bisa memaksimalkan penerimaan negaranya. Alhasil, Yunani dinyatakan sebagai negara yang kolaps karena tak punya uang untuk membayar utang.

"Yunani begitu generous (murah hati) pada pensiunan, tapi kemampuan negara untuk mengumpulkan pajaknya tumpul, akhirnya kolaps. Kita tidak mau seperti itu," kata Ani di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa 12 September 2017.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan pemerintah memang ingin mereformasi sistem jaminan sosial untuk pensiunan yang saat ini dianggap Ani tak berperikemanusiaan.

Sebab, saat masih menjadi PNS aktif, pendapatan mereka didapat dari gaji pokok dan juga tunjangan-tunjangan, yang mana pendapatan paling besar datang dari tunjangan dibanding gaji pokok. Namun, ketika masa pensiun, pendapatan yang didapat oleh para purna bhakti tersebut hanya berasal dari potongan yang bersumber dari gaji pokok saja. Namun, kata Ani, untuk mereformasi hal tersebut tidaklah mudah. Perlu belajar dari negara lain agar meskipun berpihak pada pensiunan tapi tak memberatkan APBN.

"Saya meminta kepada tim untuk belajar dari negara lain, bisa juga bisa belajar dari negara yang berhasil dan gagal, sehingga kita punya ilusi, dan belajar kepada negara yang gagal, tujuannya baik," jelas dia.

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PNS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-09-2017