Menkeu: Rp810 Miliar Dana APBN Bukan untuk Membiayai Penginapan Tamu IMF-WB di Bali

Suci Sedya Utami - 12 September 2017 18:50 wib
Mnnteri Keuangan Sri Mulyani. MI Susanto.
Mnnteri Keuangan Sri Mulyani. MI Susanto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah mengalokasikan kembali dana sebesar Rp810 miliar dari pagu Kementerian Keuangan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara Perubahan (RAPBNP) 2018 untuk kegiatan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia yang bakal digelar Oktober 2018.

Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan anggaran tersebut tak digunakan untuk membiayai kebutuhan atau keperluan para delegasi untuk menginap selama acara. Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan beberapa legislator saat rapat kerja Komisi XI dengan Menteri Keuangan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 12 September 2017.

"Rp810 miliar itu bukan apa yang disebut anggaran untuk mereka datang ke sini menginap dan lain-lain mereka datang ke sini pakai biaya sendiri," tegas Ani sapaan akrabnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Ani menjelaskan, anggaran tersebut bakal digunakan untuk keperluan persiapan acara yang keseluruhannya menggunakan produk dalam negeri, mulai dari jasa event organizer, furnitur di hotel yang menjadi tempat pertemuan tahunan berlangsung, hingga sajian makanan.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan sebenarnya anggaran yang dikeluarkan tersebut akan dinikmati oleh masyarakat Indonesia.

"Anggaran yang kami sampaikan di sini sebenarnya anggaran yang nantinya dinikmati oleh Indonesia sendiri termasuk untuk EO dan perubahan dari hotel menjadi office selama masa seminggu meeting. Memang itu konsekuensi, tapi itu semuanya hotel menjadi office itu nanti furniturnya adalah procurement dari para suplier di dalam negeri sehingga nantinya yang menerima adalah masyarakat di dalam sendiri," tutur Ani.

Sebelumnya, saat di Bali, Ani mengatakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 telah dialokasikan sebesar Rp600 miliar. Ani mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mempersiapkan acara, mulai dari pembenahan infrastruktur, persembahan seni, komputer dan jaringan, sewa tempat yakni di Nusa Dua Conventional Center, termasuk menghadirkan konten atau bahan dasar lokal dari setiap detail yang disajikan.

"Tempat ini NDCC seluruh ruangan akan dikonversi menjadi kantor untuk seminggu jadi tamu nginepnya di luar hotel ini. Uangnya akan membeli berbagai produk lokal mulai furnitur, suply makanan. Ini memperbaiki ekonomi kita. Tadinya estimasi biaya lebih tinggi, sekarang sudah dilihat bisa jauh lebih murah," jelas Ani.

 


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG RAPBN 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-09-2017