Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.676.534.291 (20 JULI 2018)

Rupiah Sudah Stabil, BI tak Perlu Intervensi Lagi

Eko Nordiansyah - 06 April 2018 18:59 wib
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menilai nilai tukar rupiah sudah lebih stabil dibandingkan pelemahan pada dua bulan lalu. Untuk itu bank sentral mengaku tak perlu melakukan intervensi lebih lanjut untuk menstabilisasi rupiah guna meredam gejolak akibat kenaikan suku bunga The Fed.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, rupiah lebih stabil setelah kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) pada 21 Maret lalu. Dengan kepastian tersebut maka fluktuasi terhadap mata uang global telah mereda, termasuk yang terjadi pada rupiah.

"Memang begitu sebelum pengumuman ada fluktuasi, setelah pengumuman stabil. Begitu 21 Maret situasi sudah stabil sampai sekarang," kata Mirza ditemui di Kompleks Perkantoran BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 6 April 2018.

Dirinya menambahkan, sejak awal April ini bank sentral sudah tidak melakukan intervensi di pasar. Maka dari itu, penggunaan cadangan devisa untuk menstabilkan kondisi rupiah pada Februari dan Maret lalu, hingga membuat cadangan devisa menurun.

"Sejak 21 Maret 2018 situasi stabil sampai sekarang pekan pertama April, jadi BI di April ini tidak perlu masuk di pasar untuk lakukan stabilisasi. Jadi pada waktu Februari cadangan devisa digunakan sedikit, Maret digunakan sedikit. Tapi setelah pengumuman dari Fed sekitar 21 Maret pasar stabil," jelas dia.

Pada penutupan perdagangan sore, menurut data Bloomberg, rupiah bergerak ke level Rp13.778 per USD atau lebih rendah dari penutupan kemarin. Sementara menurut data Yahoo Finance, rupiah di sesi akhir perdagangan bertengger pada posisi Rp13.772 per USD.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KURS RUPIAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 22-07-2018