Penulis Kena Pajak, DJP Pastikan Aturan Pajak tak Memberatkan

Desi Angriani - 06 September 2017 15:50 wib
Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi. (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)
Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi. (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penulis novel ternama Tere Liye berhenti menerbitkan seluruh bukunya lantaran merasa tidak adil dengan aturan pajak yang dikenakan bagi profesi penulis.

Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi menegaskan, aturan pajak tersebut tak akan memberatkan novelis. Penulis yang dikenakan pajak hanya dari royalti yang dibayarkan sebesar 15 persen.

"Oh nanti saya mau konferensi pers. Pajak penulis itu dari royaltinya yang dipajaki. Dan itu pasal 23 bisa dikreditkan," kata Ken di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 6 September 2017.

Baca: Penulis Belum Sejahtera, Kena Pajak Tinggi Pula

Ken menjelaskan, pajak yang diambil bukan dari omzet penulis melainkan 15 persen dari royalti buku. Dari pajak yang dikenakan sebesar 15 persen itu, kemudian dikreditkan lagi di Surat Pemberitahuan Tahun (SPT).

"Jadi 15 persen itu final, 15 persen dari royalti, bukan dari omzet bukunya,'' ungkap dia.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku akan mengundang dan bertemu Tere Liye ke Kantor Pajak. Hal itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap penulis di Indonesia.

"Penulis akan mendatangi dirjen pajak, kita akan bertemu dengan yang bersangkutan,'' kata Ani.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PAJAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-09-2017