Sri Mulyani Minta Dirjen Pajak Temui Tere Liye

Suci Sedya Utami - 06 September 2017 19:46 wib
Buku Tere liye. MI/ANGGA YUNIAR.
Buku Tere liye. MI/ANGGA YUNIAR.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta agar Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi menemui salah satu penulis novel populer Tere Liye.

Instruksi tersebut diberikan Ani, sapaan akrabnya, karena mendengar ucapan Tere Liye yang merasa tak dapat keadilan pajak bagi para penulis dan berniat berhenti menerbitkan hasil karangan-karangannya.

"Saya sudah minta untuk dipanggil, diundang dan dilihat masalahnya. Dirjen Pajak akan melaporkannya," kata Ani di Gedung DPD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 6 September 2017.

Ani mengatakan, otoritas pajak nantinya bakal melihat letak permasalahan pajak yang dikeluhkan Tere Liye dan mungkin juga pengarang buku lainnya, apakah keluhan tersebut berasal dari pelayanan atau terkait tarif pajak yang berlaku.

Jika masalahnya terletak pada pelayanan, kata Ani, tentu otoritas pajak harus bisa memperbaiki dengan segera. Namun, lanjut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, jika berhubungan dengan tarif, maka butuh waktu untuk menyelesaikannya.

"Kalau ini menyangkut masalah tarif yang berhubungan dengan UU, ya mungkin kita harus jelaskan ini enggak mungkin kita selesaikan dalam jangka pendek. Kalau ada masalah lain nanti kita lihat," jelas Ani.

Sebelumnya, Tere Liye mengumukan di postingan facebook miliknya bahwa tak akan lagi mencetak buku-bukunya karena tak mendapat keadilan pajak. Berikut tulisan yang ia posting:

Per 31 Juli 2017, berdasarkan permintaan kami, GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA dan REPUBLIKA Penerbit, efektif menghentikan menerbitkan seluruh buku Tere Liye. 28 judul tidak akan dicetak ulang lagi, dan buku-buku di toko dibiarkan habis secara alamiah. Diperkirakan per 31 Desember 2017, buku-buku Tere Liye tidak akan ada lagi di toko. Keputusan ini kami ambil mengingat tidak-adilnya perlakuan pajak kepada profesi penulis. Dan tidak pedulinya pemerintahan sekarang menanggapi kasus ini.

Insya Allah, buku-buku baru atau tulisan-tulisan terbaru Tere Liye akan kami posting lewat media sosial page ini secara gratis, dan atau akses lainnya yang memungkinkan pembaca bisa menikmatinya tanpa harus berurusan dengan ketidakadilan pajak. Kami akan tetap aktif dalam berbagai acara literasi, page facebook ini juga akan terus dijalankan seperti biasa.

Salam literasi buat semua. Mari terus menulis bahkan jika hanya bisa ditulis di atas daun-daun sekali pun.



(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PAJAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-09-2017