DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

BI Yakin Penguatan Rupiah Masih akan Berlanjut

Eko Nordiansyah - 14 Maret 2018 11:59 wib
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi (kanan). (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi (kanan). (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) meyakini penguatan nilai tukar rupiah masih akan berlanjut. Dalam dua hari terakhir ini mata uang rupiah mulai kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi mengatakan kondisi global membuat rupiah kembali menguat. Apalagi fundamental ekonomi Indonesia dalam kondisi yang baik sehingga mampu menopang penguatan rupiah.

"Dalam dua hari terakhir stabil dan cenderung menguat memang karena global, penguatan beberapa hari terakhir memang support global cukup kuat," kata dia di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Maret 2018.

Dirinya menambahkan, perkembangan ekonomi di AS tak sekuat ekspektasi sebelumnya. Hal ini membuat pasar memperkirakan kenaikan suku bunga acuan AS tidak akan secepat prediksi sebelumnya yang diperkirakan naik lebih dari tiga kali.

"Kekhawatiran mereka kenaikan Fed rate lebih dari tiga kali mungkin tidak seperti itu. Faktor lain yang mungkin terjadi adalah pernyataan penjabat the Fed yang dinyatakan sedikit dovish sehingga enggak berambisi menaikkan suku bunga terlalu cepat," jelas dia.

Lebih lanjut, faktor nonekonomi juga membuat dolar AS tidak menguat terlalu kuat. Salah satunya adalah rencana pertemuan Doland Trump dengan Kim Jong Un untuk meredakan tekanan geopolitik di semenanjung Korea.

"Ini sedikit mengurangi tekanan geopolitik di semenanjung Korea sehingga kalau benar terjadi akan mengurangi tekanan. Hal lain perkembangan Brexit yang positif sehingga negosiasinya bisa segera diselesaikan," pungkasnya.

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BANK INDONESIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-09-2018