Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.408.300.797 (20 JUNI 2018)

Penguatan Rupiah Belum Sesuai Fundamental

Eko Nordiansyah - 14 Maret 2018 13:12 wib
Ilustrasi. (Foto: Antara/Akbar Nugroho).
Ilustrasi. (Foto: Antara/Akbar Nugroho).

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menilai penguatan nilai tukar rupiah sudah mengalami penguatan jika dibandingkan beberapa hari lalu. Namun penguatan rupiah dinilai belum mencerminkan fundamentalnya sesuai yang diharapkan oleh bank sentral.

"Jelas level sekarang menurut kami bukan sesuai fundamental, (masih) di atas fundamental. Jadi seharusnya bisa lebih kuat, meskipun sudah sedikit menguat," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu 14 Maret 2018.

Dirinya menambahkan, penguatan nilai tukar rupiah pada Januari lalu lebih dari penguatan yang saat ini. Pada awal tahun ini, rupiah sempat menyentuh level Rp13.300-an per dolar Amerika Serikat (AS).

"Level sebelum tekanan sebelum Januari mungkin masih sesuai dengan fundamental. Tapi itu (fundamental rupiah) angka dinamis tergantung situasi neraca perdagangan dan inflasi," jelas dia.

Keyakinan bank sentral akan penguatan nilai tukar rupiah dilatarbelakangi kondisi global yang mulai membaik. Tekanan yang selama ini terjadi dinilai mulai mereda, salah satunya seiring kepastian rencana kenaikan suku bunga AS.

Lebih lanjut, bank sentral menilai fundamental ekonomi dalam negeri dalam kondisi baik. Misalnya saja inflasi, neraca perdangan, Current Account Deficit (CAD), serta defisit fiskal dalam kondisi yang terjaga dan terkendali sesuai target.

"Jadi sebenarnya kalau melihat dari sisi domestik masih banyak peluang rupiah untuk kembali menguat di level fundamentalnya. Apalagi setelag FOMC meeting terlaksana nanti pasar akan lebih stabil," pungkasnya.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG RUPIAH MELEMAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-06-2018