Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.676.534.291 (20 JULI 2018)

Indonesia Perlu Antisipasi via Pengembangan Industri Berorientasi Ekspor

Suci Sedya Utami - 14 April 2018 07:31 wib
Menko Perekonomian Darmin Nasution (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Menko Perekonomian Darmin Nasution (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Batam: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan Indonesia harus bisa menangkap peluang perbaikan perdagangan global untuk meningkatkan kapasitas ekonomi nasional. Hal itu menjadi penting sejalan dengan upaya pemerintah yang terus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan perbaikan ekonomi dunia yang ditandai dengan perbaikan perdagangan perlu diantisipasi melalui pengembangan industri berorientasi ekspor. Oleh karenanya pemerintah memberikan kemudahan investasi untuk mendorong bidang tersebut.

"Perdagangan dunia akan membaik. Kita harus bisa memanfaatkan perbaikan itu untuk tingkatkan perekonomian kita. Caranya kita harus tingkatkan ekspor lebih baik pada tahun-tahun mendatang," kata Darmin, di Batam, Jumat, 13 April 2018.

Dirinya mengatakan tanpa meningkatkan ekspor melalui pembenahan struktur perdagangan nasional, Indonesia akan tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina yang segera mencapai pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.



Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menambahkan agar bisa mengimbangi negara-negara di kawasan, cara yang paling benar yakni dengan mendorong investasi berbasis ekspor. Darmin menjelaskan, untuk menuju ke arah sana pemerintah saat ini tengah melakukan serangkaian kebijakan pelonggaran untuk menggairahkan investasi.

Serangkaian kebijakan itu yakni pertama dengan melakukan reformasi lebih dalam dan lebih besar dalam bentuk kemudahan investasi dan usaha di Tanah Air. Kedua, pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan pajak atau tax holiday dan diskon pajak tax allowance bagi investor yang dianggap mendorong ekonomi tumbuh lebih cepat.

Selain itu, lanjut Darmin, insentif berupa super deduction atau pengurang pajak bagi perusahaan yang berkontribuisi atau terlibat pada pengembangan vokasi serta kegiatan Research and Development (R&D) baik dalam bentuk meminjamkan tenaga pengajar bantuan uang maupun teknologi.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERTUMBUHAN EKONOMI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 22-07-2018