DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.911.330.901 (18 SEP 2018)

Penaikan Suku Bunga Belum Dapat Mengimbangi The Fed

Kautsar Widya Prabowo - 29 Juni 2018 17:08 wib
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Kautsar Widya)
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Kautsar Widya)

Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menilai kebijakan Bank Indonesia (BI) kembali penaikan 7 Day Reverse Report Rate sebesar 50 basis poin (bps) atau menjadi 5,25 persen dianggap belum dapat menyelesaikan persoalan. Penaikan ini belum mengimbangi jika merespons kebijakan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) yang sudah menaikkan suku bunganya.

Menteri Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan Amerika Serikat saat ini tidak hanya melakukan kenaikan suku bunga, melainkan ada perang dagang yang ikut berkontribusi pada perekonomian dunia.

"Dia juga ada perang dagang, walau tone-nya sedikit lebih lunak. Artinya persoalannya lebih dari sekadar menaikkan suku bunga," ujarnya usai melakukan sosialisasi OSS, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat, 29 Juni 2018.

Ia menambahkan, kebijakan BI tersebut memang sudah sepatutnya dilakukan. Pasalnya jika tidak menaikkan suku bunga akan ketinggalan dengan negara lain.

"Orang lain naik (suku bunga) untuk membuat capital flight. Kita sambut apa yang dilakukan BI, tentu pemerintah juga punya porsi dalam persoalan ini, tidak bisa diserahkan ke BI saja," tambahnya.

Sehingga pemerintah juga harus dapat melakukan langkah-langkah untuk menstabilkan perekonomian Indonesia, meski persoalan tersebut menjadi tanggung jawab besar bagi BI.

"Garda terdepan memang BI tapi pemerintah juga harus melakukan langkah-langkah," tuturnya.

Kenaikan suku bunga ini dimaksudkan sebagai langkah lanjutan dari kebijakan yang telah diambil oleh bank sentral dalam dua bulan terakhir.

"Keputusan suku bunga ini berlaku efektif hari ini sejak 29 Juni 2018," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, dalam sebuah konferensi pers, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 29 Juni 2018.

Kenaikan suku bunga acuan juga diikuti dengan kenaikan suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility sebesar 50 bps. Dengan demikian suku bunga deposit facility sebesar 4,5 persen dan suku bunga lending facility sebesar enam persen.

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BANK INDONESIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 18-09-2018