Ketidakpastian Global Mengancam Perekonomian

Eko Nordiansyah - 22 Agustus 2016 14:50 wib
Anggota Dewan Kehormatan Bank Indonesia (BI) Institute Boediono (ANTARA FOTO / Indrianto Eko Suwarso).
Anggota Dewan Kehormatan Bank Indonesia (BI) Institute Boediono (ANTARA FOTO / Indrianto Eko Suwarso).

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Dewan Kehormatan Bank Indonesia (BI) Institute, Boediono, mengingatkan perekonomian sedang berhadapan pada berbagai tantangan. Tantangan ini bisa saja menimbulkan krisis perekonomian yang berkepanjangan seperti yang pernah terjadi pada 1998-1999 dan 2008.

"Ada tantangan ketidakpastian lingkungan yang kita hadapi. Ini bisa menjadi letupan. Kita harus waspada karena letupan ini bisa saja meledak sewaktu-waktu," kata Boediono di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (22/8/2016).

Dirinya menyebut, lulusan BI Institute harus bisa menjadi orang yang pertama maju ketika krisis ekonomi terjadi. Respons yang cepat terhadap penanganan krisis menjadi awal yang penting agar krisis tidak menyebar ke sektor ekonomi lainnya.

"Anda harus pertama maju dan keputusan anda sebagai respon awal ini harus menentukan. Dalam krisis respons awal ini sangat penting.  Kalau salah ini ekornya akan panjang. Seperti 1998, fast respons kita sangat lambat," jelas dia.

Sementara itu, perkembangan teknologi juga harus direspon oleh pihak bank sentral. Tantangan ini, kata Boediono adalah suatu hal yang nyata terutama dalam sektor perbankan dan keuangan.

"Di sinilah bank sentral mengambil peranannya. Sekarang itu bank masih dominan dalam melakukannya payment dan settlement sistem yang tradisional. Ini akan berubah. Siap-siap saja, karena payment system akan berubah. Sektor riil harus siap pula," pungkasnya.



(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG EKONOMI GLOBAL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 19-11-2017