Pertumbuhan Ekonomi 2018 Diharap Ditopang Pajak yang Kuat

Suci Sedya Utami - 07 September 2017 11:56 wib
Komisi XI DPR saat rapat kerja bersama Menteri Keuangan, Kepala Bappenas, dan Gubernur Bank Indonesia. (FOTO: MTVN/Suci Sedya Utami)
Komisi XI DPR saat rapat kerja bersama Menteri Keuangan, Kepala Bappenas, dan Gubernur Bank Indonesia. (FOTO: MTVN/Suci Sedya Utami)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota DPR Komisi XI M Misbakhun menilai ada satu ruang yang harus ditopang Pemerintahan Presiden Joko Widodo di tahun keempat kepemimpinan.

Dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan, Kepala Bappenas, dan Gubernur Bank Indonesia, Misbakhun menyampaikan tahun keempat seharusnya pemerintah tak lagi berbicara apa yang akan dilakukan, namun sudah berbicara mengenai apa yang telah dilakukan.

Dia mengatakan tahun depan, pemerintah harus bisa menopang pertumbuhan ekonomi dengan target yang diusulkan 5,4 persen dengan penerimaan perpajakan yang tinggi dan lebih baik dari saat ini.

"Saya lihat ada satu ruang yang harus dibangun bagaimana pertumbuhan ekonomi 5,4 persen ditopang oleh penerimaan yang kuat," kata Misbakhun, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 7 September 2017.

Seperti diketahui target pertumbuhan perpajakan tahun dalam RAPBN 2018 ditaksir 9,3 persen atau nominal penerimaannya menjadi Rp1.609,4 triliun dari Rp1.472,7 triliun. Politikus Golkar ini mengatakan pertumbuhan perpajakan tersebut harus menjadi titik tolak. Sebab, program tax amnesty telah dilakukan dan juga DPR telah mengizinkan adanya Perppu keterbukaan informasi keuangan untuk perpajakan (AEoI) yang diharapkan bisa membuat upaya pemerintah dalam mengumpulkan penerimaan makin kuat.

Selain ditopang oleh penerimaan perpajakan yang kuat, pertumbuhan ekonomi tahun depan juga dibarapkan ditopang oleh inflasi yang rendah. Apalagi Jokowi telah menegaskan bahwasanya tahun depan tak akan terjadi kenaikan harga.

"Karena pertumbuhan ekonomi tinggi dengan inflasi yang tinggi, enggak akan memberikan hasil apapun," jelas dia.

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERTUMBUHAN EKONOMI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 19-11-2017