Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp 5.963.078.120 (13 AGUSTUS 2018)

Predikat Sri Mulyani jadi Nilai Tambah bagi Indonesia

Desi Angriani - 14 Februari 2018 06:02 wib
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mendapatkan Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) yang diserahkan oleh pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum (Foto: dokumentasi Kementerian Keuangan)
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mendapatkan Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) yang diserahkan oleh pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum (Foto: dokumentasi Kementerian Keuangan)

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menoreh prestasi sebagai menteri terbaik di dunia dalam gelaran World Government Summit di Dubai, Uni Emirat Arab, beberapa waktu lalu. Adapun prestasi tersebut diapresiasi oleh hampir seluruh masyarakat di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengaku bangga terhadap prestasi Ani, sapaan akrabnya. Penghargaan yang diraih Ani, kata Jokowi, adalah bentuk pengakuan dunia terhadap Indonesia di mana manajemen makroekonomi, fiskal, dan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah dijalankan secara benar dan optimal.


Sumber: Kementerian Keuangan


"Saya kira seluruh masyarakat bangga. Ini pengakuan dunia dan hanya satu orang menteri," ucap Jokowi, seusai menghadiri acara peresmian pembukaan rapat kerja kepala perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa, 12 Januari 2018.

Baca: JK Minta Percepat Investasi Asing di Arun

Menurut Pengamat Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, ada sejumlah faktor sehingga mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu layak mendapatkan predikat tersebut.



Pertama terkait reformasi birokrasi di internal Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sejak Ani menjabat Menteri Keuangan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, jumlah oknum pegawai Kemenkeu yang terjerat kasus korupsi menurun.

"Reformasi birokrasi ini mendukung tercapainya kelembagaan Kementerian Keuangan yang lebih transparan dan bersih," kata Bhima, kepada Medcom.id, di Jakarta, Selasa malam, 13 Februari 2018.



Indikator kedua ialah pengelolaan fiskal yang dalam dua tahun terakhir cenderung lebih prudent dibandingkan dengan Menteri Keuangan sebelumnya. Bhima menilai ada ketegasan untuk memangkas anggaran belanja yang kurang produktif, dan meningkatkan kepatuhan pajak usai program amnesti pajak atau pengampunan pajak berakhir.

"Tapi ada beberapa hal yang perlu dibenahi khususnya asumsi makroekonomi termasuk pertumbuhan ekonomi dalam APBN perlu lebih realistis. Kemudian catatan Sri Mulyani soal pengelolaan utang yang terkesan agresif," tuturnya.



Selanjutnya, Ani memiliki keberpihakan anggaran untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan mengalokasikan 20 persen anggaran dari APBN untuk dana pendidikan. Pada 2016, anggaran pendidikan mencapai Rp419,8 triliun atau naik 13,3 persen dari alokasi tahun sebelumnya.



Ani juga menambah terus dana kelolaan pendidikan di LPDP yang nilainya mencapai Rp31 triliun dan 17.000 lebih awardee menjadi penerima beasiswa. "Adanya keberpihakan nyata di bidang pendidikan merupakan sebuah prestasi Sri Mulyani," jelas Bhima.

Baca: Morgan Stanley Perkirakan Arus Lokal Dominasi Ekonomi Indonesia

Bhima menambahkan predikat yang diraih Ani memberikan nilai tambah tersendiri bagi Indonesia, khususnya di mata dunia. Minat investor baik asing maupun domestik dalam menanamkan uangnya di Indonesia akan semakin besar. Sentimen positif ini melengkapi kenaikan rating surat utang dari berbagai lembaga pemeringkat dunia.

"Harapannya investasi langsung bisa tumbuh di atas tujuh persen dan realisasi investasi tumbuh di 14-15 persen tahun ini," tukasnya.



Sementara itu, Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan ada tujuh nama lain yang masuk dalam penilaian dan menjadi kandidat penerimaan penghargaan tersebut. Penilaian diberikan berdasarkan pendapatan dari sektor usaha, media massa, dan media sosial terhadap para calon peraih menghargaan.

Bagi Ani penghargaan ini bukan hanya sekadar kebanggaan, tetapi juga beban untuk bekerja lebih baik lagi dan mengabdi pada negeri. "Namanya serius banget, beban berat buat saya," ucap Ani, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 12 Februari 2018.

Baca: Lembaga Internasional Makin Yakin dengan Kekuatan Ekonomi RI

Diketahui, penghargaan tersebut diserahkan oleh pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum. Penghargaan menteri terbaik ini merupakan penghargaan global yang diberikan kepada satu orang menteri dari semua negara di dunia setiap tahunnya dan mulai diberikan pada 2016.

Proses seleksi dan penentuan pemenangnya dilakukan oleh lembaga independen Ernst & Young dan diselenggarakan oleh World Government Summit.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERTUMBUHAN EKONOMI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 15-08-2018