Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.676.534.291 (20 JULI 2018)

Reformasi Kebijakan Diharapkan Dorong Kenaikan Peringkat dari S&P

Suci Sedya Utami - 14 April 2018 17:23 wib
S&P. Dok : Reuters.
S&P. Dok : Reuters.

Batam: Pemerintah terus menjalankan agenda reformasi kebijakan untuk mendorong perekonomian nasional. Saat ini, reformasi yang dilakukan yakni dengan memberikan insentif fiskal berupa pengurangan dan pembebasan pajak bagi dunia usaha.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan dengan konsisten melakukan reformasi di berbagai sektor diharapkan akan mendorong kenaikan peringkat utang dari berbagai lembaga dunia, termasuk Standard and Poor's (S&P) yang dinilai sebagai lembaga yang cukup sulit untuk menaikkan ke level investment grade. Meskipun diakui Darmin, untuk menaikkan peringkat, tentu S&P harus melihat implementasi dari kebijakan yang dibuat pemerintah.

"Ya mudah-mudahan naikan juga, kita sih untuk yang tahun ini sudah jelaskan pada S&P untuk reformasi ini, tapi tentu dia tunggu juga seperti apa," kata Darmin di Batam, Jumat, 13 April 2018.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan reformasi yang dilakukan pemerintah untuk mendorong sektor riil melalui pembenahan perizinan serta pemberian insentif fiskal diyakini membuka peluang yang lebih besar bagi lembaga internasional termasuk S&P untuk menaikkan rating Indonesia.

"Ini akan membuat kita optimis ke depan, Indonesia akan terus bisa meningkatkan rating kita," kata Agus.

Adapun sepanjang tahun ini, empat lembaga pemeringkat internasional telah menaikkan level rating Indonesia di atas layak investasi atau investment grade, di antaranya Rating and Investment Information, Japan Credit Rating Agency, Fitch Rating dan terakhir Moody's Service..

Sementara itu, S&P terakhir kali memberikan penilaiannya pada Mei tahun lalu dengan menaikkan  peringkat utang Indonesia menjadi BBB-/A-3 dengan outlook stabil atau setara investment grade. Untuk mendapatkan kenaikan tersebut dari S&P, dibutuhkan waktu selama enam tahun bagi Indonesia. Oleh karenanya, diharapkan dengan konsistensi kebijakan dan pembenahan yang dilakukan saat ini bisa membuat S&P tergerak untuk melakukan penyesuaian yang lebih baik. 


(SCI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG STANDARD AND POOR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 22-07-2018