DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Swasta Minta Proyek TOD di Stasiun LRT-MRT Adil

Desi Angriani - 15 Februari 2018 06:03 wib
Pekerja mengerjakan pembangunan stasiun Light Rail Transit (LRT) (ANTARA FOTO/Feny selly)
Pekerja mengerjakan pembangunan stasiun Light Rail Transit (LRT) (ANTARA FOTO/Feny selly)

Jakarta: Pemerintah menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pelaksana proyek infrastruktur dan properti. Namun kebijakan tersebut dinilai menggerus konstribusi peran swasta dalam hilirisasi investasi di sektor infrastruktur. Pada titik ini, swasta menginginkan adanya pembangian kue bisnis yang lebih seimbang.

Dalam proyek pengembangan kawasan hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di stasiun LRT dan MRT di Jakarta dan Palembang, misalnya, swasta juga merasa pembagian kuenya belum adil.

Hal itu diungkapkan oleh Presiden Kehormatan International Urban Development Association (INTA) Budiarsa Sastrawinata, dalam sebuah seminar bertema 'Infrastructure-led Large Scale Development: TOD New Town and Affordable Housing'.


Sumber: Kominfo

Budiarsa mengatakan, di negara lain, pengembangan kawasan skala besar dilaksanakan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dengan parameter batas kawasan yang ditetapkan dalam master plan. Swasta sangat dilibatkan dalam pengembangan kawasan dan proyek-proyek infrastruktur strategis.

"Apakah swasta bisa seperti BUMN, saya tergelitik kenapa kita tidak bisa. Barangkali memang kerjaan kita memang itu, ya bakul nasi kita itu, pasti kita akan kerjakan terbaik. Kalau enggak kita enggak hidup," ujarnya, di Hotel Raffles Jakarta, Rabu, 14 Februari 2018.

Budi ingin pemerintah mendorong kontribusi swasta dalam pembangunan 20 proyek TOD di sejumlah titik MRT dan LRT. Sama halnya dengan pembangunan kota mandiri berupa Perumahan Citra Maja Raya di Maja, Lebak, Banten yang melibatkan pengembang seperti Ciputra Group, Agung Podomoro Land (APL), hingga Sinarmas Land.


Sumber: Kementerian PUPR


"Tidak mungkin hanya bergantung pada BUMN sendiri saja," imbuh Presiden Direktur PT Ciputra ini.

Sementara itu, Senior Advisor Urban and Regional Development Institute (URDI) Pingki Elka Pangestu memaklumi peran BUMN yang lebih besar ketimbang swasta karena perusahaan pelat merah lebih unggul dalam penyediaan lahan dan perencanaan konsep pemukiman.

"BUMN sah-sah saja bisa mengembangkan TOD dan kota baru. BUMN punya peran untuk menjadi pemimpin guna memenuhi prasyarat dari pengumpulan tanah atau pengadaan tanah," tutur dia.


Grafis: Media Indonesia

Di saat perusahaan BUMN terkendala dalam memperoleh dan mengumpulkan dana, kata Pingki, justru pihak swasta mampu mengucurkan dana dengan cepat dan mudah. "Sebetulnya kita menantang BUMN melakukan special treatment dari pemerintah dan kemudahan untuk mendapatkan dana yang sebetulnya lebih mudah," ungkap dia.

Menanggapi kontribusi swasta di proyek TOD,  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi justru memastikan swasta bakal terlibat. Pasalnya angkutan massal seperti MRT dan LRT yang ada di Jakarta dibangun untuk jangka waktu yang lama sehingga butuh perencanaan jangka panjang yang matang.



Jika tidak, pembangunan TOD tidak akan bisa menyelesaikan masalah utama dalam mengurangi kepadatan di jalan raya. "Siapa saja yang berminat, jadi nanti Poris Melawai kita akan bikin KPBU, terus yang LRT dan MRT akan undang swasta," kata Budi, dalam acara yang sama.

Namun demikian, peran pemerintah daerah yakni di Jakarta, Surabaya, dan Palembang sangat diperlukan dalam menyediakan lahan yang memadai bagi Proyek TOD. Hal ini agar segala kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dalam satu tempat.

Lewat pengembangan kawasan TOD, Budi meyakini target pemerintah untuk mengurangi pengguna kendaraan pribadi dapat segera terwujud. Sebab baru 40 persen warga Jakarta yang menggunakan transportasi publik.

"Di 2029 kita harapkan penumpang yang bergerak di Jakarta itu 60 persen menggunakan transportasi massal," pungkas dia.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MRT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 21-10-2018