BI Yakin Inflasi di 2017 di Bawah 4%

Eko Nordiansyah - 06 September 2017 07:31 wib
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) meyakini tingkat inflasi sampai dengan akhir 2017 ini akan bisa berada di bawah empat persen. Sampai dengan Agustus lalu, tingkat inflasi secara year on year (yoy) berada pada posisi 3,82 persen.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, pengendalian inflasi dilakukan dengan cukup baik dan sejalan dengan target yang ditetapkan. Untuk tahun ini bank sentral menargetkan inflasi berada di level empat plus minus satu persen.

"Tapi kita mesti sama-sama jaga karena masih ada September, Oktober, November, dan Desember. Banyak hari besar hari libur yang biasanya bisa beri tekanan ke inflasi," ujarnya, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 5 September 2017.

Untuk sisa tahun ini hingga tahun depan, BI akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk tetap menjaga inflasi. Salah satunya adalah dengan menjaga inflasi inti tetap terjaga sebagaimana yang dilakukan oleh negara-negara lain.

"Kita sama-sama mengikuti secara periode inflasi inti terus terjaga makin rendah. Kita melihat ini satu tren baik walau masih dibandingkan dengan negara tetangga itu core inflation mereka lebih rendah tapi kami ingin bisa terjaga rendah," jelas dia.

Dirinya menambahkan, inflasi dari harga pangan bergejolak (volatile food) dan harga yang diatur pemerintah (administered price) juga harus dijaga. Sampai dengan akhir tahun ini BI meyakini jika upaya yang dilakukan pemerintah sudah tepat.

"Kalau ada inflasi sebetulnya lebih kayak biaya pendidikan inflasi, karena di Agustus adalah bulan masuknya sekolah anak. Jadi kita harapkan tetap inflasi 2018 di kisaran 3,5 plus minus satu persen atau lebih rendah dari inflasi untuk tahun 2017," pungkasnya.


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG INFLASI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 19-11-2017