DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.100.381.901 (21 SEP 2018)

Pemerintah Jokowi Belanjakan Rp419,6 Triliun Sepanjang Kuartal I

Suci Sedya Utami - 16 April 2018 19:21 wib
Rupiah. ANT/Zabur Karuru.
Rupiah. ANT/Zabur Karuru.

Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat belanja pemerintah Presiden Joko Widodo dalam tiga bulan pertama di 2018 terserap Rp419,6 triliun atau 18,9 persen dari pagu belanja negara Rp2.220,7 triliun dalam APBN. Serapan tersebut mengalami perbaikan dibanding Januari-Maret tahun lalu sebesar Rp400 triliun atau 18,8 persen dari pagu Rp2.133,3 trilun dalam APBN 2017.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan serapan tersebut terdiri dari belanja Pemerintah Pusat Rp234 triliun atau 16,1 persen dari pagu Rp1.454,5 triliun yang digunakan untuk belanja kementerian dan lembaga (K/L) hingga kuartal I sebesar Rp103,1 triliun atau 12,2 persen dari pagu Rp847,4 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk belanja pegawai sebesar Rp40,4 triliun, belanja barang Rp35,2 triliun, belanja modal Rp9,7 triliun, dan belanja sosial Rp17,9 triliun.

Ani mengatakan dari empat jenis belanja di K/L hanya  belanja modal yang realisasinya mengalami penurunan dari tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp11,8 triliun. Hal ini karena pagu belanja modal yang memang lebih kecil yakni Rp203,9 triliun dari tahun lalu Rp224,7 triliun. Dirinya mengatakan yang mengalami kenaikan signifikan yakni belanja sosial, kuartal I tahun lalu serapannya Rp9,5 triliiun. Sehingga ada kenaikan lebih dari 87 persen.

"Dari sisi jumlah absorsinya, ini berarti Rp17,9 triliun itu 23,2 persen dari total alokasi belanja sosial Rp77,3 triliun. Tahun lalu hanya 17,5 persen dari Rp54,6 triliun. Ini kita harapkan bisa membuat masyarakat kita momentum growth-nya positif dan masyarakat yang rentan bisa mendapatkan bansos dan perlindungan negara," kata Ani di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018.

Sementara untuk belanja non-K/L terserap sebesar Rp130,8 triliun atau 21,5 persen dari pagu Rp607,1 triliun, yakni digunakan untuk pembiayaan bunga utang Rp68,5 triliun, belanja subsidi Rp25,3 triliun, serta belanja lainnya Rp400 miliar.

"Belanja subsidi lebih tinggi dua kali lipat dari tahun lalu yang Rp12,3 triliun. Ini yang harus dijaga secara hati-hati," tutur dia.

Adapun untuk transfer daerah dan dana desa telah terserap sebesar Rp185,6 triliun atau 24,2 persen dari pagu Rp766,2 triliun. Serapan transfer daerah mencapai Rp175,3 triliun serta dana desa Rp10,3 triliun.

"Untuk transfer ke daerah yang menonjol itu dana desa, karena sudah terealisasi pada Maret mencapai Rp10,3 triliun atau 17,1 persen, kalau dibanding tahun lalu pada bulan sama kita belum membelanjakan sebesar itu. Tahun lalu masih nol, karena belanjanya baru April," jelas Ani.

 


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BELANJA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 21-09-2018