Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.606.841.593 (13 JULI 2018)

Pelemahan Rupiah Berpotensi buat Investor Tunda Investasi

Kautsar Widya Prabowo - 12 Juli 2018 21:08 wib
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Kondisi nilai tukar rupiah yang masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi membuat investor menunda investasi ke Indonesia sebagai ladang usaha.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengaku banyak investor yang menunggu hingga kondisi rupiah kembali stabil, sehingga lebih memilih menunda investasi dan beralih ke negara lain.

"Kalau pun terjadi biasanya karena penundaan, shock dengan gejolak rupiah, terus dia menunda dulu sampai situasi lebih stabil," ujarnya di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Ia menambahkan, untuk mencuri perhatian investor, pemerintah harus menumbuhkan sentimen positif. Salah satunya dengan membuat kebijakan yang jelas. Terlebih dalam pemberian tax holiday, di mana insentif tersebut sangat digemari di negara berkembang terutama Asia.

"(Kebijakan) Jangan hitam putih, negara ini ditawari 20 tahun, (kebijakan) negara itu 30 sampai 40 tahun, harus jernih dan jelas, jangan ada abu-abunya," tambahnya.

Pihaknya pun bersama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mengkaji untuk memberikan insentif baru yang ditujukan bagi pabrik, baik industri hulu maupun hilir. Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi langkah pemerintah yang kini tengah fokus untuk menarik investor.

"Jadi tentunya kami all out dan apresiasi langkah Presiden yang menggelar sidang kabinet untuk bahas ini selama empat jam untuk bersama cari solusi supaya bisa pertahanan laju investasi dan arus modal masuk di tengah kondisi ketidakpastian," pungkasnya.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG RUPIAH MELEMAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 16-07-2018