Legislator Sebut Asumsi Rupiah Rp13.500/USD di 2018 Terlalu Tinggi

Suci Sedya Utami - 07 September 2017 13:07 wib
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi XI Fraksi Golkar Muhammad Sarmuji menilai usulan asumsi nilai tukar rupiah di RAPBN 2018 sebesar Rp13.500 per USD terlalu tinggi.

Dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan, Kepala Bappenas, Gubernur Bank Indonesia, Sarmuji mengatakan melihat tahun ini sebenarnya pergerakan mata uang Garuda cukup terjaga di level Rp13.300 per USD. Maka dia yakin tahun depan pun akan bisa dijaga di level yang sama.

Apalagi, kata Sarmuji, perekonomian di 2018 ditaksir cenderung membaik meski ada tekanan kenaikan suku bunga AS. Namun Sarmuji yakin, dari pengalam-pengalaman yang terjadi, dampak kenaikan Fed rate tak akan memukul rupiah.

"Target Rp13.500 per USD apa tidak terlalu besar itu? Apakah tidak masuk akal apabila target itu Rp13.400 per USD, meski kita akan hadapi isu kenaikan suku bunga FFR. Tapi toh kita sudah berapa kali hadapi itu dan tetap saja kita rupiah kita terkendali," kata Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 7 September 2017.

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi XI Fraksi PKS Refrizal. Dirinya mengkritik dan tak ingin jika kurs Rupiah terlalu tinggi dan minta diturunkan ke level Rp13.400 per USD.

"Kurs kita jangan terlalu tinggi lah Rp13.500, ini merem lah BI. Turun lah ke Rp13.400. Tapi lebih senang Rp13.300," ujar Refrizal.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi XI Fraksi Gerindra, Wilgo Zainar mempertanyakan apakah usulan kurs Rp13.500 per USD telah menstimulus penerimaan ekspor atau malah menjadi beban impor, sebab seperti diketahui Indonesia masih banyak impor.

"Jadi angka ekuilibrium mana yang aman sehingga kita bisa surplus perdagangan dan tidak defisit," tutur Wilgo.

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG RAPBN 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017