Indonesia-Singapura akan Bahas Isu Ekonomi Digital

- 07 September 2017 11:01 wib
Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Singapura: Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura akan membahas empat isu dalam pertemuan bilateral Presiden Jokowi dan PM Lee Hsien Loong di Singapura. Adapun salah satunya adalah membahas mengenai ekonomi digital.

"Kalau bicara bilateral, paling tidak ada empat isu yang diangkat dalam pertemuan bilateral Kamis besok," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, seperti dikutip dari Antara, di Singapura, Kamis 7 September 2017.

Ia menyebutkan, pertama mengenai investasi. Singapura merupakan mitra terbesar untuk investasi dan saat pembahasan investasi juga akan dibahas investasi di Kawasan Industri Kendal (KIK) yang disepakati saat retreat leader 2016 di Kendal.

"KIK kita lihat perkembangannya cukup bagus, tahun lalu jumlah jumlah perusahaan di KIK adalah sekitar 25, maka sekarang sudah 30 plus 41 yang sudah mengantre untuk bergabung di KIK," katanya.

Selain itu, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi maka di KIK itu juga dilakukan vocational school atau mendekatkan pendidikan dengan industri sebagai gabungan yang baik.

Isu kedua adalah pariwisata. Ada dua yang menonjol dua yaitu kerja sama pembangunan destinasi wisata dan pengembangan wisata cruise karena selain jalur cruise itu sendiri, juga ada pembangunan infrastruktur yang akan digunakan untuk cruise. Pemvangunan wisata Cruise itu akan mulai jalan pada akhir 2017.

Menurut Menlu, isu ketiga mengenai energi dan keempat mengenai digital ekonomi. Kalau 2016, pokok bahasan pertemuan dua pemimpin adalah KIK. Untuk 2017 adalah ekonomi digital. "Kalau kita gabungkan kekuatan RI dan Singapura ada di situ. Untuk digital economi, harapan kita akan membawa lompatan ekonomi ke depan," pungkasnya.


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG EKONOMI DIGITAL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 19-11-2017