Pemerintah tak Ingin Indonesia Masuk Usia Tua tanpa Naik Kelas

Suci Sedya Utami - 14 Februari 2018 16:38 wib
Ilustrasi. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari).
Ilustrasi. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari).

Jakarta: Indonesia saat ini dianugerahi bonus demografi atau jumlah penduduk muda usia produktif yang sangat besar. Namun, pada 2045, yakni bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan, Indonesia diperkirakan akan memasuki era aging population atau populasi penduduk tua.

Hal tersebut terlihat dari data yang dikeluarkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang membuat prediksi mengenai perkiraan Indonesia di 2045. Pada tahun tersebut, jumlah penduduk lanjut usia atau lansia diprediksi akan mencapai 62,85 juta jiwa atau mengalami peningkatan.

"Selain 100 tahun kemerdekaan, kemungkinan 2045 itulah saat Indonesia menjadi aging population, di mana penduduk usia lanjut mengalami peningkatan," kata Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam kick off sensus penduduk 2020, di kantor pusat BPS, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Februari 2018.




Namun, pemerintah tak ingin nasib Indonesia seperti negara Asia lainnya yakni Jepang, Tiongkok, Singapura yang saat ini pun telah memasuki aging population. Bambang tak ingin, Indonesia masuk aging population di saat belum bisa naik peringkat dari predikat negara kelas menengah atau negara berkembang menjadi kelas atas atau negara maju. 

Sebab, bila sudah masuk aging population, maka negara tersebut sudah tidak mungkin berkembang. Dia bilang, negara yang sudah memasuki aging population, tidak mungkin punya daya dorong bagi perekonomian.

Bambang mengatakan, apabila pertumbuhan Indonesia bisa dijaga dalam level lima persen hingga 2038, maka sangat mungkin Indonesia bisa naik kelas sebagai high income country. Meski diakuinya bahwa tak ada yang bisa menebak masa depan.

"Jangan sampai Indonesia keburu aging sebelum jadi negara maju, kalau seperti itu Indonesia susah sekali jadi negara maju," jelas Bambang.

 
(AHL)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 19-02-2018