Usia Ken Dwijugiasteadi sebagai Dirjen Pajak Tinggal Hitungan Bulan

Suci Sedya Utami - 12 September 2017 09:00 wib
Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Masa bakti Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi di pemerintahan tersisa kurang dari tiga bulan. Pasalnya Ken bakal segera pensiun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), sejalan dengan usianya yang memasuki masa tersebut.

Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto membenarkan Ken bakal meninggalkan jabatannya karena memasuki usia pensiun yakni pada 1 Desember 2017. "Pensiunnya 1 Desember," kata Hadiyanto, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 11 September 2017.

Mengenai pengganti Ken, Hadiyanto masih enggan membocorkannya. Pun halnya dengan skema pencarian pengganti apakah dengan ditunjuk langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menggunakan hak prerogatif atau menggunakan skema lelang jabatan seperti sebelumnya.

Hadiyanto mengatakan jika menggunakan skema lelang jabatan seperti saat memilih Sigit Purnomo, yakni Dirjen Pajak sebelum Ken maka seharusnya telah dilakukan persiapan seleksi dari jauh-jauh hari. Atau, kata dia, bisa jadi Menteri Keuangan menunjuk langsung sosok yang dipilih terutama yang merupakan pejabat internal Kementerian Keuangan.

Namun Hadiyanto tidak mau sesumbar. Sebab segala keputusan tergantung arahan Menteri Keuangan. "Kalau lelang kan harus sudah ada persiapan jauh-jauh hari, mungkin dari mutasi ya, mungkin ya. Kan bisa mutasi antara eselon I. Tapi terserah ibu (Menteri Keuanga Sri Mulyani Indrawati)," jelas dia.

Seperti diketahui sebelumnya, Ken Dwijugiasteadi diangkat dan dilantik menjadi Dirjen Pajak pada 2 Maret 2016 oleh Menteri Keuangan yang kala itu dijabat oleh Bambang Brodjonegoro. Ken dilantik Bambang menjadi Dirjen Pajak definitif menggantikan Sigit Purnomo yang memilih menggundurkan diri di awal Desember 2015.


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG DITJEN PAJAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-09-2017