Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.676.534.291 (20 JULI 2018)

Alasan Pemerintah Intervensi BBM Nonsubsidi

Eko Nordiansyah - 12 April 2018 07:15 wib
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan rencana untuk mengintervensi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi adalah demi menjaga keseimbangan. Hal itu dianggap penting lantaran kenaikan harga BBM dinilai memengaruhi daya beli masyarakat.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan pemerintah selalu mencari keseimbangan dalam mengelola perekonomian. Dengan situasi global, khususnya harga minyak dunia yang meningkat, pemerintah merasa perlu untuk  mencari titik keseimbangan yang paling baik.

"Demi kepentingan masyarakat dan konsumen, kepentingan buruh-tenaga kerja, dari para investor yang menciptakan pekerjaan, dan melalui investasinya dan juga dari sisi prospek pertumbuhan ekonomi," kata Ani, sapaan akrabnya, usai rapat dengan Komisi XI DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 April 2018.

Dirinya menambahkan, dengan momentum pertumbuhan ekonomi di atas lima persen maka pemerintah ingin menjaga konsumsi masyarakat tetap terjaga. Pengaturan harga BBM nonsubsidi dinilai membantu pemerintah mengendalikan inflasi di level yang rendah dan stabil.

"Oleh karena itu, harga dari komoditas yang penting harus dijaga dari sisi pasokannya sehingga tidak menimbulkan tekanan harga yang tidak perlu. Apalagi menjelang Lebaran, hari raya dan acara-acara besar. Karenanya kita akan melihat seluruh proses pengadaan logistik dan jumlah dari komoditas tersebut," jelas dia.

Lebih lanjut, dia menilai, apa yang dilakukan pemerintah sudah ada dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 Tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM. Untuk itu, apa yang dilakukan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan adalah guna menjalankan aturan tersebut.

"Dalam rangka meyakinkan dari sisi marjin keuntungan itu sesuai dengan apa yang ditetapkan sehingga bisa menimbulkan keseimbangan. Di satu sisi investor merasa bahwa kebutuhan mereka dan kepastian berusaha mereka dijaga tapi di sisi lain pemerintah bisa menjaga kepentingan masyarakat bahwa BBM itu adalah salah satu komoditas yang penting," pungkasnya.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SUBSIDI BBM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 22-07-2018