Sri Mulyani: Belum Ada Aturan Baru Kenaikan Harga dan Tarif Cukai Rokok

Suci Sedya Utami - 22 Agustus 2016 15:41 wib
Menteri Keuangan Sri Mulyani. MI/Susanto.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. MI/Susanto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Keuangan (kemenkeu) meluruskan isu yang sedang berkembang di masyarakat tentang kenaikan harga rokok mencapai Rp50 ribu per bungkus.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan hingga saat ini, Kementerian Keuangan (kemenkeu) belum mengeluarkan aturan terbaru yang bisa membuat harga rokok alami kenaikan.

"Belum ada aturan terbaru mengenai harga jual eceran maupun tarif rokok sampai hari ini," kata Ani di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (22/8/2016).

Dia memahami, adanya studi yang mengkaji mengenai sensitivitas kenaikan harga rokok terhadap konsumsi rokok dan mengusulkan agar harga rokok dinaikkan. Namun, kajian dan usulan tersebut tak lantas membuat pemerintah langsung menaikkan tarif cukai agar harga jualnya pun naik. 

Memang akan ada kenaikan target cukai rokok untuk tahun depan menjadi Rp149 triliun dari Rp141,7 triliun pada tahun ini. Kementerian Keuangan perlu mengkajinya terlebih dahulu mengikuti aturan yang berlaku serta meminta pertimbangan legislator.

"Kebijakan mengenai harga jual eceran dan cukai rokok dilakukan sesuai uu cukai dan dalam rangka rencana apbn 2017 yang sampai saat ini masih dalam proses konsultasi berbagai pihak dan nantinya bisa diputuskan sebelum APBN 2017 dimulai," jelas dia.

Sebelumnya, kenaikan harga rokok menjadi Rp50 ribu per bungkus dinilai efektif untuk menekan jumlah perokok di Indonesia. Harga rokok di Indonesia saat ini masih dianggap terlalu murah dan mudah didapatkan masyarakat.

Wakil Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia Jakarta (LDUI) Abdillah Ahsan mengatakan, ada beberapa cara untuk menekan jumlah perokok di Indonesia. Namun, langkah menaikkan harga dinilai paling efektif.

Ahsan menyebut Indonesia bisa meniru langkah negara-negara tetangga soal kebijakan kenaikan harga rokok. Salah satu contoh yang paling signifikan yakni Australia yang cukup serius dalam penanggulangan masalah rokok.

Dilansir dari The Guardian, pemerintah Australia berencana meningkatkan cukai rokok menjadi 12,5 persen setiap tahunnya mulai dari 2017 hingga 2020. Jika dikalkulasi, harga sebungkus rokok di Australia bisa mencapai kurang lebih Rp588 ribu pada 2020.

Saat ini, rata-rata harga satu bungkus rokok di Australia berkisar Rp241 ribu. Sementara, rata-rata harga satu bungkus rokok di Indonesia hanya sekitar Rp17 ribu.

"Kami mendorong harga rokok jadi Rp50 ribu per bungkus, sehingga anak-anak dan orang-orang miskin juga tidak menghamburkan uang untuk rokok," tutur Ahsan. 



(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG CUKAI TEMBAKAU
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-09-2017