Insentif Tax Holiday Mulai Menarik Investor

- 16 April 2018 08:59 wib
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (FOTO: ANTARA/Puspa)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (FOTO: ANTARA/Puspa)

Beijing: Langkah pemerintah memberikan insentif pajak berupa tax holiday bagi investasi dengan jumlah tertentu telah menarik minat satu perusahaan asal Tiongkok untuk berinvestasi sebesar USD10 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kepada Antara di Beijing, Sabtu, 14 April 2018, mengatakan perusahaan asal Tiongkok itu tertarik dengan kebijakan insentif pajak untuk investasi yang nilainya di atas USD2,5 miliar.

Perusahaan itu, jelas Luhut, memiliki beberapa mitra bisnis di Indonesia dan siap mengembangkan industri di Morowali, Sulawesi Tengah, dan Halmahera Utara, Maluku Utara. Di kedua daerah di wilayah Indonesia timur itu, perusahaan asal Tiongkok bersama mitra lokalnya akan mengembangkan industri baja dan karbon.

"Mereka juga ingin mengembangkan industri lithium (baterai) untuk mobil listrik di Indonesia," kata Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era pemerintahan Abdurrahman Wahid itu.

Dalam kunjungan itu, Luhut juga menyaksikan beberapa penandatanganan kontrak kerja sama bisnis antara perusahaan Indonesia dan Tiongkok.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, mengatakan pihaknya telah meneken memorandum of understanding (MoU) terkait investasi pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan perusahaan asal Tiongkok. "Alhamdulillah, ini menjadi kabar menggembirakan bagi kita semua, masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara)," ujar Irianto.

Perusahaan Indonesia yang telah menandatangani MoU ialah PT Kayan Hidro Energy, PT Dragon Land, PT Kayan Energy Lestari, PT Kayan Hidro Power Nusantara, PT Wijaya Karya, dan lainnya. Dari pihak Tiongkok ada Gezhouba Group melalui Gezhouba Kaltara, China Gold, Sinopec, Han Energy, China Power, dan Chona Three Gorges. (Media Indonesia)

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TAX HOLIDAY
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-04-2018