Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4% di 2018 Dinilai Terlalu Tinggi

Suci Sedya Utami - 11 September 2017 15:54 wib
Ilustrasi. MI/Galih Pradipta.
Ilustrasi. MI/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebagian besar fraksi di Komisi XI DPR RI menilai asumsi pertumbuhan ekonomi yang diusulkan pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBN) 2018 sebesar 5,4 persen terlalu tinggi jika melihat usaha pemerintah merevisi prognosa sebesar 5,17 persen dari target dalam APBN Perubahan 2017 sebesar 5,2 persen.

Fraksi Gerindra yang disampaikan oleh Kardaya Warnika mengatakan, dirinya tidak menampik bahwa pihaknya pun menginginkan pertumbuhan yang tinggi. Namun dia mengingatkan pemerintah agar realistis. 

Kardaya menambahkan, pemerintah mengatakan jika pertumbuhan ekonomi tahun depan bakal didorong oleh investasi. Namun, dari pengamatannya, animo dan progres investasi yang masuk belum membaik. 

Selain itu, konsumsi rumah tangga yang menjadi pendorong ekonomi juga saat ini dinilai lesu. Banyak pusat perbelanjaan yang mengalami penurunan menurun baik dari kegiatan maupun omzetnya.

"Maka kalau 5,4 persen itu terlalu optimistis untuk keadaan yang sekarang ini walaupun pada dasarnya kami ingin pertumbuhan setinggi mungkin," tutur Kardaya daalam rapat kerja Komisi XI bersama Menkeu, Kepala Bappenas, Gubernur BI dan Kepala BPS, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 11 September 2017.

Dalam kesempatan yang sama, Fraksi Demokrat menilai angka 5,4 persen terlampau optimis jika dilihat dari prognosa hingga akhir 2017 sebesar 5,17 persen bahkan Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan hanya 5,26 persen. Oleh karenanya Demokrat mengusulkan 5,3 persen.

Sementara itu, Fraksi Golkar yang disampaikan oleh Melchias Markus Mekeng mengatakan pihaknya sepakat dengan asumsi 5,4 persen. Namun, dia menggarisbawahi bahwa pemerintah perlu menjelaskan upaya apa yang bakal dilakukan untuk mencapai angka tersebut.

"Kami ingin dengar instrumen apa saja untuk mencapai 5,4 persen," kata Mekeng.

Senada dengan Mekeng, Fraksi PAN yang disampaikan oleh Jon Efrizal mempertanyakan apa rencana yang bakal dilakukan pemerintah untuk mencapai 5,4 persen. Dia bilang pemerintah mengayakan investasi dan ekspor bakal meningkat, namun hal tersebut perlu dielaborasi lagi.

Sebab, kenyataan di lapangan misalnya terkait konsumsi rumah tangga banyak dikeluhkan masyarakat, apalagi sejak adanya kenaikan tarif listrik 900 VA membuat beban masyarakat semakin bertambah. Seperti sekarang harus membayar Rp600 ribu dari sebelumnya Rp200 ribu.

"Saya kira pemerintah belum memberikan informasi sehingga meyakinkan kami untuk mencapai 5,4 persen," jelas dia.



(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG EKONOMI INDONESIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-09-2017