DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.036.079.020 (15 AGUSTUS 2018)

BI Diperkirakan Tetap Pertahankan Suku Bunga Acuan

Eko Nordiansyah - 16 Mei 2018 16:54 wib
Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) diperkirakan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2018. Meski sebelumnya BI menyatakan ruang untuk menaikan suku bunga cukup terbuka demi meredam gejolak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede mengatakan, kebijakan BI dilakukan karena sasaran inflasi yang tetap sesuai target. Inflasi sampai dengan April 2018 sebesar 3,41 persen atau dalam rentang perkiraan sebesar 3,5 plus minus satu persen.

"Meskipun BI memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga kebijakan, namun kenaikan suku bunga bukan satu-satunya instrumen moneter yang dapat berdampak pada penguatan nilai tukar rupiah," kata dia kepada Medcom.id di Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.

Dirinya menambahkan, pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS bukan hanya dialami oleh rupiah saja namun seluruh mata uang negara berkembang dan negara maju. Terlebih lagi perkembangan ekonomi di AS juga cukup baik sehingga membuat dolar AS menguat terhadap mata uang lain.

"Dengan demikian, pelemahan rupiah belakangan ini lebih didominasi oleh faktor eksternal sementara fundamental ekononi Indonesia cenderung masih kuat. Dengan perkataan lain, pelemahan rupiah terhadap dolar AS ini diperkirakan bersifat sementara," jelas dia.

Selain itu Josua menilai, dampak kenaikan suku bunga acuan BI dapat berdampak pada perekonomian. Hal ini tentu akan kontraproduktif dengan upaya bank sentral untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan.

"Mengingat kenaikan suku bunga kebijakan BI akan direspon oleh kenaikan suku bunga perbankan termasuk suku bunga kredit yang berpontesi akan mendorong kenaikan cost of borrowing yang akan menahan upaya untuk memperkuat momentum pertumbuhan," pungkasnya.‎

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BANK INDONESIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MAKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 15-08-2018