DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Gerak Rupiah dan Imbal Hasil SUN Diperkirakan Turun

Angga Bratadharma - 21 Februari 2018 09:20 wib
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Jakarta: Dolar Indeks diperkirakan stabil dan gerak nilai tukar rupiah bergerak melemah. USD kemungkinan bergerak stabil hari ini dibandingkan dengan mata uang utama lainnya ditopang tren kenaikan imbal hasil US treasury. Sedangkan gerak nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak melemah setelah sempat menguat di awal minggu.

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menyebut dengan kemungkinan melemahnya bursa saham domestik mengikuti pergerakan bursa saham regional gerak nilai tukar rupiah kemungkinan dapat melemah hari ini. Rupiah diperkirakan bergerak di level Rp13.600 hingganRp13.650 per USD.

"Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan bergerak melemah," kata Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 21 Februari 2018.

Imbal hasil obligasi Indonesia untuk 10 tahun kemungkinan bergerak melemah terbatas seiring rendahnya penawaran obligasi di pasar primer dan masih tingginya tekanan jual oleh asing terhadap obligasi Indonesia di pasar sekunder. Kemungkinan melemahnya rupiah hari ini juga dapat menjadi sentimen negatif terhadap pergerakan SUN.


Sumber: Samuel Sekuritas Indonesia

Imbal hasil SUN seri acuan 10 tahun kemungkinan begerak di rentang 6,41 sampai 6,46 persen. Rekomendasi seri obligasi negara yakni FR0064, FR0036, FR0035, FR0043, FR0063, FR0059, dan FR0046," tuturnya.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 254,63 poin atau 1,01 persen menjadi berakhir di 24.964,75 poin. Indeks S&P 500 mengalami penurunan 15,96 poin atau 0,58 persen menjadi ditutup di 2.716,26 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 5,16 poin atau 0,07 persen menjadi ditutup di 7.234,31 poin.

Imbal hasil surat utang atau obligas Pemerintah AS berjangka 10 tahun naik menjadi 2,906 persen dan menempatkan tekanan pada saham-saham. Kenaikan imbal hasil obligasi secara tradisional dianggap buruk bagi saham-saham, karena perusahaan besar harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk membiayai utang mereka seiring kenaikan suku bunga obligasi.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SURAT UTANG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 14-12-2018