6 BUMN Penerima PMN Masih Rugi

Dian Ihsan Siregar - 12 September 2017 18:55 wib
Gedung BUMN. ANT/Wahyu Putro.
Gedung BUMN. ANT/Wahyu Putro.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah telah menyuntik dana segar lewat penyertaan modal negara (PMN) ke beberapa perusahaan BUMN hingga 2015. Walaupun sudah dapat modal, ada enam BUMN yang masih merugi.

Keenam BUMN tersebut, yakni PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) Rp200 miliar dan PT Dirgantara Indonesia (Persero) Rp400 miliar,‎ PT Perkebunan Nusantara X (Persero) Rp98 miliar, PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) Rp100 miliar, PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) Rp18 miliar, dan Perkebunan Nusantara III (Persero) Rp3,15 triliun.

Sebagaimana diketahui, PMN diberikan kepada 35 BUMN sebesar Rp41,165 triliun di 2015. Sedangkan pada 2016, PMN diberikan ke 14 BUMN dengan total dana sebanyak Rp41,81 triliun.‎

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro menjelaskan, pemberian PMN kepada enam BUMN di 2015 tidak memberikan dampak langsung terhadap jumlah keuntungan perseroan. Tak hanya itu, penyerapan PMN oleh BUMN juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. ‎

"Saya dapat katakan enggak ada hubungan langsung antara investasi dengan profitability. Justru kadang  biaya muncul duluan sebelum memberikan hasil," ungkap Aloysius, ditemui di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa 12 September 2017.

Banyaknya PMN yang tidak terserap, bilang Aloysius, itu juga menjadi kendala perusahaan dalam menjalankan bisnis. Kendala yang dialami perusahaan BUMN penerima PMN, seperti ‎persiapan pelaksanaan proyek yang memerlukan beberapa tahapan dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, khususnya proyek infrastruktur. 

Bukan hanya itu, pelaksanaan tender pengadaan barang yang mempunyai spesifikasi khusus dan adanya kenaikan harga yang signifikan misalnya kapal, mesin, dan galangan.

"Proses pembebasan lahan juga menghadapi beberapa kendala yang terbilang kompleks, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama. Ditambah lagi ada beberapa BUMN yang mengajukan perubahan peruntukan dana PMN. Dari total Rp41 triliun PMN di 2015, hanya 60 persen yang terpakai," pungkas Aloysius.‎



(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BUMN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017