Daerah Stunting Tertinggi Didahulukan Dapat Kucuran Cash for Work

Suci Sedya Utami - 09 Januari 2018 20:22 wib
Rupiah. MI/Susanto.
Rupiah. MI/Susanto.

Jakarta: Berbagai program dirancang pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan dan kesenjangan, salah satunya yakni dengan bantuan padat karya tunai (cash for work).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan ada 1.000 desa di 180 kabupaten dan kota yang akan diprioritaskan dalam program cash for work. Namun, lanjut dia, pemberian cash for work akan lebih diutamakan bagi daerah yang memiliki tingkat stunting (gizi buruk sejak dalam janin) yang tinggi.

"Terutama yang tingkat stuntingnya tinggi, karena itu artinya kemiskinannya parah, karena sejak bayi sudah jeba stunting. Itu yang coba kami perbaiki dulu," kata Bambang di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Januari 2018.

Bambang mengatakan, mekanisme pemberian cash for work juga diperbaiki yakni dengan mengutamakan tugas dan manfaat untuk desa tersebut. Misalnya, dalam pembangunan saluran air dengan dana Rp100 juta, 30 persennya dana kembali dalam jumlah upah dan 70 persennya untuk biaya pembangunan.

Namun, agar bermanfaat bagi desa tersebut, maka sumber daya manusia (SDM) atau kontraktornya harus asli dari desa tersebut, tidak boleh menggunakan kontraktor dari luar desa.

"Kita ingin ketika bagun tadi enggak pakai kontraktor dari luar tapi masyarakat desa sendiri, atau untuk sumber bahan bangunannya kalau mau pakai batu kali lokal dari desa tersebut. Jadi kita upayakan kemandirian juga," jelas dia.

Adapun 10 kabupaten yang dinilai memiliki tingkat stunting tertinggi dan akan didahulukan pemberian cash for work yakni Lampung Tengah, Rokanhulu, Cianjur, Brebes, Pemalang, Lombok Tengah, Ketapang, Gorontalo, Maluku Tengah dan Lanijaya.


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG DANA DESA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-04-2018