Peralatan di Pendidikan Vokasi Tertinggal Dua Generasi

Suryopratomo - 14 September 2017 17:09 wib
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan pabrik oleochemicals di Dumai, Kamis 14 September 2017. Foto: Metro TV/Suryopratomo
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan pabrik oleochemicals di Dumai, Kamis 14 September 2017. Foto: Metro TV/Suryopratomo

Metrotvnews.com, Dumai: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menghargai inisiatif Sinar Mas dan Cepsa, Spanyol, untuk membangun pabrik oleochemicals di Dumai, Riau. Hal itu semakin memberi nilai tambah pada produk berbasis kelapa sawit.

Tantangan selanjutnya adalah bagaimana menyediakan tenaga terlatih yang lebih banyak, sehingga produktivitas bisa semakin ditingkatkan.

"Arahan dari Presiden bagaimana 600 ribu lulusan SMA yang tidak masuk perguruan tinggi bisa masuk ke industri. Tidak ada jalan lain kecuali memperkuat mereka melalui pendidikan vokasi," kata Airlangga ketika meresmikan pabrik oleochemicals di Dumai, Kamis 14 September 2017.

Menurut Airlangga, Kemenperin akan membangun enam pendidikan vokasi yang antara lain akan dibangun di Riau dan Kepulauan Riau. Lembaga vokasi ini mengharapkan dukungan pemerintah dan industri.

"Kalau kita lihat Singapura, peralatan yang ada di pendidikan vokasi lebih maju satu generasi dari teknologi yang dipakai industri. Di Indonesia, peralatan di pendidikan vokasi tertinggal dua generasi dari teknologi yang ada," kata Airlangga.

Akibatnya, lulusan vokasi tidak bisa bekerja di industri. Inilah yang harus diperbaiki dan link and match harus menjadi perhatian ke depan.

Mengenai industri yang dibangun Sinar Mas dan Cespa, Menperin melihat sebagai langkah yang tepat karena meningkatkan nilai tambah. Airlangga percaya dengan komitmen dari perusahaan patungan ini akan memberikan keuntungan bukan hanya kepada Indonesia tetapi juga kepada perusahaan.

1.500 tenaga

Presiden Direktur Sinar Mas Franky Widjaja menjelaskan, pabrik dengan kapasitas 160 ribu metric ton per tahun dibangun dengan investasi 300 juta euro. Pabrik ini merupakan patungan dengan perusahaan minyak Spanyol, Cespa yang menguasai 70% sahamnya.

Menurut Franky, keberadaan PT Energi Sejahtera Mas melengkapi "pohon" produk berbasis kelapa sawit. Oleochemicals merupakan produk hilir yang bisa dipakai untuk kebutuhan kosmetik, sabun, hingga surfartak bagi kebutuhan energi minyak.

Baca: Tingkatkan Kualitas Vokasi, Kemenperin Gandeng 117 Perusahaan dan 389 SMK

CEO Cespa, Pedro Miro, mengatakan investasinya di Indonesia merupakan yang pertama. Ia merasa puas dengan kerja sama yang dilakukan karena kedua belah pihak menunjukkan komitmen kerja yang luar biasa.

"Kerja sama ini menunjukkan bahwa 1+ 1 tidak hanya menjadi 2, tetapi bisa menjadi 11. Saya berharap kesungguhan yang dilakukan kedua perusahaan akan dirasakan manfaatnya oleh konsumen yang menggunakan produk kami," ujar Miro.

Gubernur Riau Arsyadjuliadi Rachman menjanjikan untuk memberi kemudahan kepada investor yang mau menanamkan modalnya di Riau. Pembangunan infrastruktur untuk menopang investasi terus dilakukan seperti tol Pekanbaru-Dumai.




(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG INFRASTRUKTUR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 21-09-2017